JAKARTA - Harga emas menguat pada akhir perdagangan. Tercatat kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD14,7 atau 0,76 persen, menjadi ditutup pada USD1.937,80 per ounce.
Hal ini karena kekhawatiran atas kenaikan biaya-biaya dan krisis Ukraina mendukung daya tariknya sebagai lindung nilai inflasi dan tempat yang aman, tetapi sikap kebijakan agresif Federal Reserve AS membatasi keuntungan.
Kemudian, untuk emas berjangka melemah 4,4 dolar AS atau 0,23 persen menjadi USD1.923,10 pada Rabu (6/4/2022), setelah merosot USD6,5 atau 0,34 persen menjadi USD1.927,50 pada Selasa (5/4/2022).
"Begitu inflasi mulai memanas lagi, yang saya pikir akan terjadi, itu akan menguntungkan (emas), bahkan ketika menghadapi kebijakan moneter Fed yang agresif," kata Analis Senior di Kitco Metals, Jim Wycoff dikutip dari Reuters, Jumat (8/4/2022) pagi
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Dibanderol Rp984.000/Gram
Adapun risalah pertemuan Fed Maret menunjukkan kekhawatiran yang mendalam di antara para pembuat kebijakan bahwa inflasi telah meluas melalui ekonomi, dengan "banyak" peserta bersiap untuk menaikkan suku bunga dalam kenaikan 50 basis poin yang besar dan kuat dalam beberapa pertemuan berikutnya.
Lalu, naiknya suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara itu juga meningkatkan dolar.