Share

Masalah Minyak Goreng di RI, Erick Thohir: Swasta Jangan Jadi Orang Asing

Antara, Jurnalis · Sabtu 09 April 2022 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 320 2576185 masalah-minyak-goreng-di-ri-erick-thohir-swasta-jangan-jadi-orang-asing-Q3Qx1032YI.JPG Erick Thohir ketuk hati pihak swasta untuk bantu atasi masalah minyak goreng. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Erick Thohir mencoba untuk mengetuk hati pihak swasta terkait pemberian minyak goreng kepada masyarakat Indonesia.

Dia berharap pihak swasta mampu berkomitmen penuh untuk membantu masyarakat.

"Saya sangat mengetuk para swasta juga untuk juga punya komitmen penuh kepada pemberian minyak goreng kepada rakyat," ujar Erick Thohir dikutip Antara, Sabtu (9/4/20220.

BACA JUGA:Inggris Stop Impor Batu Bara dan Minyak dari Rusia pada Akhir Tahun Ini

Dia menjelaskan kalau sebagai bangsa Indonesia yang dianugerahi kekayaan sumber daya yang luar biasa, maka semua pihak yang hidup dan mendapatkan berkah di Tanah Air harus kembali dan ikut bertanggung jawab menyelesaikan persoalan yang terjadi di Indonesia.

"Karena ingat kita sebagai bangsa Indonesia ini Alhamdulillah ini luar biasa. Jadi kita mesti ingat, bahwa kita hidup di Indonesia, kita mendapatkan berkah di Indonesia. Jadi ketika ada hal seperti ini para swasta juga harus kembali bertanggung jawab menyelesaikan, jangan menjadi orang asing," jelasnya.

Dia menyebut kalau sejak awal PT Perkebunan Nusantara III (Persero) hanya memiliki 4% luas lahan CPO. Sehingga BUMN menampung dari petani yang jadi 7%.

Hal itu karena lahan CPO kebanyakan dimiliki swasta.

"Kalau BUMN saja yang hanya punya 4% melakukan perubahan seperempat dari produksinya yang tidak produksi minyak goreng tadinya kita. Kita lakukan sekarang seperempat dari produksinya untuk rakyat," ungkapnya.

 BACA JUGA:Menperin Pastikan Minyak Goreng Curah Sampai ke Indonesia Timur

Kini, dia berharap dapat mengajak swasta agar bersama BUMN dan para pemangku kepentingan lainnya dapat menyelesaikan persoalan minyak goreng yang saat ini terjadi.

"Menjadi orang ketika kayanya dari sumber daya alam Indonesia, tetapi ketika rakyat membutuhkan tidak hadir. Jadi saya sangat mengetuk para swasta ayo bersama-sama dengan BUMN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, ayo selesaikan masalah minyak goreng ini," tegasnya.

"Dan saya rasa bapak Presiden RI Joko Widodo sudah mengambil kebijakan, bapak Menteri Koordinator, bapak Menteri Perdagangan. Tinggal kembali hatinya kita mau tidak melakukan kebersamaan ini. Ayo kembali kita gotong royong," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini