Share

Telkom Gandeng Singtel, Erick Thohir: Untuk Transformasi Digital

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 18 April 2022 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 320 2580812 telkom-gandeng-singtel-erick-thohir-untuk-transformasi-digital-B5cPwVtPPZ.jpg Erick Thohir beri tanggapan soal Telkom gandeng Singtel Singapura. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - PT Telkom Indonesia Tbk resmi menjajaki kerja sama dengan Singapore Telecommunications Limited (Singtel), perusahaan telekomunikasi asal Singapura. Kolaborasi kedua entitas ini untuk mengembangkan ekosistem digital di dalam negeri.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Telkom harus mampu mengembangkan kepemimpinan teknologi, di mana tidak hanya memberikan layanan bagi pelanggan, namun juga ikut mengawal transformasi digital Indonesia.

Hal ini membutuhkan berbagai terobosan tidak hanya dalam peningkatan kompetensi digital, tapi juga perubahan bisnis model dengan memanfaatkan kemitraan strategis yang dapat mengakselerasi transformasi perusahaan.

 BACA JUGA:INA Suntik Rp39 Triliun ke Waskita dan Hutama Karya, Erick Thohir: Sinyal Positif Iklim Investasi

“Telkom Group saat ini tengah melakukan konsolidasi bisnis data center guna menjawab tantangan transformasi digital ke depan," ungkap Erick, dikutip Senin (18/4/2022).

Dia mnejelaskan kalau kegiatan ini merupakan kelanjutan dari strategi konsolidasi bisnis Telkom.

Langkah ini sekaligus menjadi komitmen perusahaan untuk menjawab kebutuhan dan menangkap peluang agar dapat membuka jalan perusahaan menjadi global scale data center player.

Upaya tersebut membutuhkan kemitraan strategis dengan operator yang telah memiliki kapabilitas dan reputasi yang mumpuni.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, Singtel dengan kekuatan dan pengalamannya menjadi salah satu mitra strategis dan tepat bagi Telkom dalam mengembangkan bisnis data center regional ini.

 BACA JUGA:Kementerian BUMN Ulang Tahun ke-24, Erick Thohir: Berkontribusi untuk Pertumbuhan Indonesia

Sebagai BUMN telekomunikasi, Telkom Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kapasitas dan kapabilitas demi mengakselerasi pengembangan ekosistem digital melalui kepemimpinan teknologi hingga talenta yang unggul dan berdaya saing global.

Inisiatif ini direalisasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Ririek mencatat, di era digital yang sarat dengan perkembangan teknologi, kebutuhan data center di dunia secara strategis diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Asia Tenggara telah diproyeksikan menjadi kawasan dengan pertumbuhan bisnis data center tercepat dengan tingkat pertumbuhan tahunan di atas 20% hingga tahun 2024.

Sehingga Telkom perlu menangkap peluang bisnis data center ini, tidak hanya di market nasional, tetapi juga di market regional dan global.

Peningkatan pangsa pasar data center, lanjut dia, harus diimbangi dengan kekuatan infrastruktur dan kapabilitas bisnis yang memadai. Karena itu, Telkom akan terus membangun dan meningkatkan kapasitas data center yang dikelola.

Telkom kini mengelola 27 data center baik dalam maupun luar negeri. Perusahaan juga sedang membangun sebuah Hyperscale Data Center (HDC) berkapasitas total 75 MW dan mampu menampung 10 ribu rak, di mana tahap pertama dengan kapasitas 22 MW ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II/2022.

Data center ini nantinya ditujukan tidak hanya untuk perusahaan dan instansi di Indonesia tapi juga perusahaan asing hingga global player.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini