JAKARTA – Emiten di sektor konsumsi berpeluang meraih cuan momen Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, pencairan tunjangan hari raya (THR) menjadi faktor yang dapat mendongkrak konsumsi masyarakat.
Sejalan, hal itu memberi sentimen bagi saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi. Financial Expert PT Ajaib Sekuritas Asia, Chisty Maryani mencermati sejumlah emiten consumer goods masih mendapat tekanan akibat kenaikan harga komoditas pangan. Namun, berkaca dari pertumbuhan penjualan ritel, Chisty mengaku optimis ada peluang bagi perusahaan yang bergerak di sektor tersebut.
"Data penjualan ritel yang masih mengalami penumbuhan sebesar 12.9% YoY pada Februari 2022, juga indeks keyakinan konsumen yang masih di zona optimis di level 111 untuk periode Maret 2022, tidak menutup kemungkinan untuk tetap mendulang keuntungan dengan adanya momentum hari raya Lebaran ini," kata Chisty, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (19/4/2022).
Kendati demikian, Chisty menggarisbawahi bahwa potensi keuntungan emiten dapat diraih asalkan merupakan market leader di industrinya, ataupun memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing bisnis lain.
Dirinya membaca hal itu dapat membuka ruang profitabilitas emiten di tengah tingginya beban produksi.
"Agar emiten tersebut tetap memiliki ruang untuk menjaga profitabilitasnya di saat tekanan beban produksi yang naik akibat kenaikan harga komoditas yang merupakan bahan bakunya," lanjutnya.
Chisty merekomendasikan investor dan trader pasar modal Indonesia untuk mencermati saham konsumsi dari bidang poultry yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).