Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sektor ESDM Serap Anggaran PEN Rp61,72 Triliun, Berikut Rinciannya

Athika Rahma , Jurnalis-Rabu, 20 April 2022 |14:48 WIB
Sektor ESDM Serap Anggaran PEN Rp61,72 Triliun, Berikut Rinciannya
ESDM Serap Anggaran (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tim Pelaksana Transformasi Kementerian ESDM melaporkan, sektor ESDM telah menyerap anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp61,72 triliun sepanjang tahun 2021.

Ketua Tim Pelaksana Transformasi Kementerian ESDM selaku Staf Ahli Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif mengatakan, program PEN Kementerian ESDM sepanjang tahun 2021 telah berhasil menciptakan lapangan kerja untuk 10.598 orang, 4,25 juta orang hari kerja (main-days), serta masyarakat terdidik sejumlah 1.756 orang.

"Selain berhasil membuka lapangan kerja, program PEN Kementerian ESDM juga turut memberikan manfaat dalam mengerek nilai investasi sebesar Rp46,54 triliun, penghematan subsidi Rp74 miliar, belanja dalam negeri Ro3,09 triliun, ekonomi lokal Rp567 miliar, penghematan impor Rp127 miliar, dan perlindungan sosial Rp11,31 triliun," ujar Irwandy dalam keterangan resmi, Rabu (20/4/2022).

Secara rinci, serapan anggaran ini dibagi ke dalam beberapa subsektor ESDM.

Pertama, subsektor minyak dan gas (migas). Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) dan kilang merupakan dua program tumpuan di sektor migas dalam PEN Kementerian ESDM Tahun 2021. Realisasi pembangunan jargas menjadi 126.876 Sambungan Rumah Tangga (SR) dari target yang ditetapkan sebesar 120.776 SR.

"Sebagian masih dalam pekerjaan dengan menggunakan mekanisme bank garansi, tapi rata-rata progres pekerjaan sudah sampai 96,6% hingga 31 Desember tahun lalu," jelas Irwandy.

Secara rinci, pembangunan jargas telah menyumbang investasi Rp900,9 miliar, potensi penghematan subsidi Rp74 miliar (jika on stream), belanja dalam negeri Rp285,54 miliar melalui Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), ekonomi lokal/upah tenaga kerja Rp254,5 miliar, penghematan impor Rp127,7 miliar, dan lapangan kerja Rp1,84 triliun.

Adapun untuk pembangunan kilang telah mencapai realisasi Rp30.792 miliar dan lapangan kerja Rp2,39 triliun. "Pengerjaan kilang tersebut meliputi kilang Tuban, Balikpapan, Balongan, dan Cilacap," ungkap Irwandy.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement