Share

Dolar AS Sentuh Level Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir

Antara, Jurnalis · Sabtu 23 April 2022 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 23 278 2583853 dolar-as-sentuh-level-tertinggi-dalam-2-tahun-terakhir-1ulSKgs8fz.jpg Dolar AS Menguat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Kurs dolar AS menguat ke level tertinggi lebih dari dua tahun di akhir perdagangan Jumat. Dolar mendapat sentimen positif dari komentar Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell yang mendukung pengetatan setengah poin persentase pada pertemuan kebijakan bulan depan.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, mencapai 101,33, tertinggi sejak Maret 2020. Terakhir naik 0,6% pada 101,16, persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Maret. Sejauh tahun ini, indeks dolar telah naik 5,7%.

"Fundamental makro masih mengarah ke dolar yang lebih tinggi karena imbal hasil obligasi pemerintah jangka pendek vs jatuh tempo yang sebanding pada imbal hasil obligasi pemerintah adalah positif dan inflasi tinggi secara global," kata Ahli Strategi Pendapatan Tetap Evercore ISI, Stan Shipley, dikutip dari Antara, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga: Suku Bunga The Fed Bakal Naik, Dolar AS ke Luar dari Level Terendah

"Penggerak makro ini bekerja dengan baik sampai dolar mencapai tingkat di mana pertumbuhan ekonomi terganggu secara signifikan dan kelayakan kredit utang pemerintah AS meragukan," tambahnya.

Powell mengatakan kenaikan suku bunga setengah poin "akan berada di atas meja" ketika bank sentral AS bertemu pada 3-4 Mei.

Dana Fed berjangka pun memperkirakan kenaikan 50 basis poin ketiga dilakukan Juli, setelah kenaikan yang sama pada Mei dan Juni, dan hampir 250 basis poin kenaikan kumulatif pada tahun 2022.

"Bahkan jika Fed melakukan back-to-back-to-back 50 basis poin kenaikan, itu masih pada tingkat yang paling bawah atau di bawah netral," kata Kepala Americas Developed Markets Strategy BNP Paribas, Calvin Tse.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Didukung Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

"Mereka mungkin tidak merasa pengetatan yang berlebihan karena bahkan setelah kenaikan ini diberlakukan, kebijakan masih akan longgar, masih akomodatif," sambungnya.

Di seberang Atlantik, euro turun 0,4% menjadi USD1,0792, setelah pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) mengirimkan sinyal kebijakan yang beragam.

Presiden ECB Christine Lagarde memberikan nada dovish pada Kamis (21/4/2022) dengan mengatakan bank sentral mungkin perlu memangkas prospek pertumbuhannya sehari setelah pejabat ECB Luis de Guindos bergabung dengan beberapa pembuat kebijakan dalam menyerukan diakhirinya lebih awal skema pembelian aset bank ditambah dengan kenaikan suku bunga pada Juli.

Investor juga menunggu pemilihan Presiden Prancis putaran kedua pada Minggu (24/4/2022) antara petahana Emmanuel Macron dan penantang sayap kanan Marine Le Pen, dengan jajak pendapat terbaru menunjukkan Macron menang dengan 55 persen suara.

Kemenangan Le Pen dapat memicu ketegangan dengan sekutu Eropa dan membebani euro, kata para analis.

Sterling jatuh terhadap dolar ke level terendah sejak November 2020 setelah data penjualan dan komentar bank sentral Inggris mengisyaratkan kemungkinan perlambatan di jalur kenaikan suku bunga.

Pound turun 1,5% terhadap dolar menjadi USD1,2832, setelah mencapai USD1,2830 terendah sejak Oktober 2020.

Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 128,55 yen. Yen masih dalam jarak mencolok dari level terlemahnya sejak April 2002 di 129,43 yen per dolar yang dicapai pada Rabu (20/4/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini