Share

BEI Pantau Ketat Saham Indo Straits (PTIS), Ada Apa?

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 278 2585270 bei-pantau-ketat-saham-indo-straits-ptis-ada-apa-FF9e3m8jjJ.jpg Saham PTIS Kena UMA. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA  - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) dalam radar pantauan atau Unusual Market Activity (UMA). Hal ini karena terjadi penurunan harga saham di luar kebiasaan.

Diketahui, emiten penyedia jasa rekayasa kelautan yang terintegrasi ini menunjukkan gerak saham yang terus turun sejak sebulan. Saham PTIS ditutup melemah 5,56% pada perdagangan Senin (25/4/2022) di level 153.

Baca Juga: Bergerak Tak Wajar, BEI Suspensi Saham Humpuss (HITS) Milik Tommy Soeharto

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham PTIS yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Selasa (26/4/2022).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal.

Baca Juga: Aksi Korporasi 10 Emiten Hari Ini, Cek Daftarnya

Informasi terakhir mengenai PTIS adalah informasi tanggal 20 April 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait penjelasan atas volatilitas transaksi.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham PTIS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini