Dengan seragam hijau, Munari menawarkan jasa bantuan mengangkut barang bawaan para penumpang. Dia mengaku tak sedikit pula yang mengabaikan tawarannya.
“Ya ke depannya sih semoga seterusnya ya bisa normal lagi seperti dulu gitu aja, saya udah 7 tahun di sini enggak menentu penghasilan kan itu juga bayar seikhlasnya. Kadang ada yang mau kadang ada yang nolak juga,” ujarnya.
Namun, Munari enggan membocorkan total penghasilan hariannya sebagai porter. Tetapi Munari rata-rata mengangkut barang penumpang paling banyak 10 orang.
“Tak tentu, paling banyak berapa sih enggak nyampe mengangkut 20 orang atau 20 barang paling 10-an atau 15-an lah kan banyak juga porter yang lain,” ungkapnya.
“Kalau lagi ramai, kalau enggak ya satu sampai 3 doang. Cukup lah kalau buat makan paling,” tandasnya.
Meski demikian, Munari berharap pendapatannya dapat meningkat cukup signifikan di masa Lebaran. Terlebih lagi syarat naik transportasi khususnya kereta tidak dipersulit, seperti tak lagi tes PCR/Antigen.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.