Selain itu, ia menuturkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga didesain tetap fleksibel agar responsif dan antisipatif merespons ketidakpastian yang masih tinggi.
Meski begitu, APBN akan tetap diarahkan untuk menjaga kesinambungan fiskal melalui penjagaan reformasi fiskal dan struktural dapat berjalan optimal dan komitmen seluruh kementerian dan lembaga untuk melaksanakan belanja yang lebih berkualitas.
Kemudian, melalui reformasi subsidi agar lebih tepat sasaran dan efektif secara bertahap untuk pengurangan kemiskinan, kesenjangan, dan memenuhi rasa keadilan, serta pelaksanaan APBN tahun 2022 yang perlu terus dijaga sebaik-baiknya agar dapat menjadi pondasi kokoh untuk pelaksanaan konsolidasi fiskal.
(Taufik Fajar)