Share

Laba Sumber Global Energy (SGER) Meroket 540% Berkat Penjualan Batu Bara

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 04 Mei 2022 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 04 278 2589118 laba-sumber-global-energy-sger-meroket-540-berkat-penjualan-batu-bara-2ddJPefA2u.jpg Laba Bersih Sumber Global Energy Meningkat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mencetak laba bersih Rp199,87 miliar sepanjang 2021. Realisasi tersebut melejit 540,64% dari laba bersih 2020 senilai Rp31,19 miliar.

Emiten tambang energi dan logam mineral itu mengantongi pendapatan sebanyak Rp3,92 triliun, atau tumbuh 92,84% dari pemasukan tahun 2020 senilai Rp2,03 triliun. Demikian dikutip dari keterbukaan informasi, dikutip Rabu (4/5/2022).

Baca Juga: Divestasi Saham, SGER Kantongi Rp242 Juta

Penjualan batu bara menjadi penopang pemasukan tahun lalu sebesar Rp3,91 triliun, tumbuh dari tahun 2020 yang saat itu sejumlah Rp2,00 triliun. Sebagian besar atau 23% pendapatan berasal dari penjualan ke HTK Shipping and Import Export Company Limited.

Dengan demikian, laba bersih per saham dasar perseroan tumbuh menjadi Rp107,40, dari sebelumnya Rp18,84.

Baca Juga: Laba HM Sampoerna Rp7,1 Triliun, Turun 16% Imbas Tarif Cukai Naik

Per 31 Desember 2021 perseroan memiliki total aset sebesar Rp1,23 triliun, meningkat dari jumlah aset tahun 2020 senilai Rp685,99 miliar. Corporate Secretary SGER, Michael Harold memaparkan alasan di balik peningkatan aset perseroan.

"Disebabkan oleh peningkatan pajak pembayaran dimuka (PPN), penambahan aset, dan pembelian dibayar dimuka yang belum terealisasi," kata Michael.

Sementara itu, jumlah liabilitas juga meningkat 76,87% menjadi Rp802,90 miliar dari Rp450,30 miliar. Ini terjadi akibat meningkatnya pinjaman bank serta kewajiban pajak masa Desember yang belum direalisasikan.

"Atas perubahan pada total kewajiban di atas 20%, pihak manajemen berpendapat hal ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja perseroan," tegas Michael.

Adapun akhir tahun lalu, perseroan mengantongi kas dan setara kas senilai Rp123,61 miliar, lebih tinggi dari posisi kas akhir tahun 2020 sebesar Rp20,31 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini