Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendapatan Krida Jaringan Nusantara (KJEN) Turun 35% Jadi Rp8,44 Miliar

Dinar Fitra Maghiszha , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2022 |11:26 WIB
Pendapatan Krida Jaringan Nusantara (KJEN) Turun 35% Jadi Rp8,44 Miliar
Pendapatan Krida Jaringan Nusantara. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) membukukan pendapatan bersih Rp8,44 miliar sepanjang 2021. Capaian itu menyusut 35,80% dari pendapatan tahun 2020 sebanyak Rp13,15 miliar.

Secara rinci, perusahaan jasa pengiriman barang itu menyerap pemasukan dari pengiriman dokumen sebanyak 2,13 juta senilai Rp5,80 miliar, 1338 paket mencapai Rp2,17 miliar, dan 936 mover sebesar Rp463,82 juta.

Baca Juga: Laba Sumber Global Energy (SGER) Meroket 540% Berkat Penjualan Batu Bara

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan perseroan terpangkas dari yang sebelumnya Rp6,17 miliar, menjadi Rp3,90 miliar pada tahun 2021. Sejumlah pokok beban antara lain angkut dan kurir Rp3,03 miliar, transportasi Rp508,45 juta, sewa Rp248,38 juta, dan utilitas Rp17,65 juta.

Alhasil, laba kotor perseroan turun menjadi Rp4,53 miliar, dari sebelumnya Rp6,98 miliar. Demikian laporan keuangan KJEN di Keterbukaan Informasi, dikutip Jumat (6/5/2022).

Baca Juga: Bergerak Tak Wajar, BEI Suspensi Saham Humpuss (HITS) Milik Tommy Soeharto

Di tengah kinerja keuangan yang merosot, sejumlah beban usaha menjadi tantangan bagi perseroan seperti gaji dan tunjangan sebesar Rp2,98 miliar, penyusutan aset tetap Rp1,75 miliar, dan sebagainya yang menambah total beban usaha sebesar Rp6,69 miliar, masih lebih rendah dari posisi beban usaha tahun 2020 senilai Rp8,03 miliar.

Dengan demikian, rugi bersih tahun berjalan perseroan membengkak 9,46% dari sebelumnya Rp1,68 miliar, menjadi Rp1,84 miliar. Hal itu membuat rugi per saham dasar perseroan bertambah dari sebelumnya minus Rp3,36 menjadi minus Rp3,68.

Per 31 Desember 2021, jumlah aset perseroan merosot -5,46% menjadi Rp69,13 miliar, dibandingkan total aset akhir 2020 sebesar Rp73,13 miliar. Liabilitas berkurang dari sebelumnya Rp9,17 miliar menjadi Rp6,89 miliar, sedangkan ekuitas terpangkas menjadi Rp62,23 miliar menjadi Rp63,95 miliar.

Adapun dana kas dan bank yang digenggam perseroan akhir 2021 adalah sebanyak Rp331,14 juta, lebih tinggi dari posisi akhir 2020 sebesar Rp153,72 juta.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement