JAKARTA - Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira menilai, momentum Lebaran menjadi kebangkitan UMKM daerah.
Pasalnya, Lebaran tahun ini, masyarakat kota berbondong-bondong mendatangi pedesaan.
"Momentum Lebaran ini kan momentum kebangkitan UMKM terutama yang di daerah-daerah, harapannya dengan bangkitnya UMKM bisa menyerap lebih banyak lagi akses tenaga kerja di pedesaan," kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (6/5/2022).
BACA JUGA:Asyik! BLT UMKM Rp600 Ribu Cair Usai Lebaran, Ini 4 Faktanya
Dia mengatakan, hal ini harus bisa dikembangkan. Artinya, meski masa Lebaran telah usai, namun para UMKM pedesaan tetap bisa menjual produknya ke masyarakat kota.
Adapun caranya dengan digitalisasi. Bhima mengemukakan, dengan digitalisasi, para UMKM itu bisa menjajakan produknya dengan bebas melalui market place.
Sehingga, warga desa bisa tetap mengais rezeki tanpa harus pergi ke kota hanya untuk membuka lapak.
"Kalau mereka bisa memanfaatkan digitalisasi kan enak. Cukup jualan di market place, kirim barang, cuan datang. Jadi nggak perlu lagi pergi ke kota cuma untuk buka lapak. Ongkosnya mahal, belum tentu laris juga," ujarnya.
Namun, yang menjadi perhatian Bhima di sini adalah masalah jaringan internet di pedesaan. Katanya, hal ini menjadi tugas bagi Pemerintah Desa dan Pemerintah Pusat.
"Untuk menjangkau hal itu, tentunya butuh koneksi internet yang stabil. Jadi harus ada nih misalnya di setiap RT atau RW atau di balai desa hotspot yang gratis. Atau misalnya atau di komunitas pengusaha di Desa ada fasilitas wi-fi yang disupport oleh Pemda," paparnya.
BACA JUGA:5 Fakta BLT UMKM Rp600.000 Cair Usai Lebaran, Simak Alasannya di Sini
Di samping itu, dia menambahkan, guna menekan arus urbanisasi pasca lebaran tahun ini, perlu ada perbaikan pada dunia pendidikan di pedesaan.
Dia mengungkapkan dari segi kurukulum, pemerintah bisa menyesuaikan dengan kebutuhan industri pengolahan yang sifatnya padat karya, maupun sektor konstruksi.
Kemudian, proses magang dari sekolah maupun universitas dihubungkan dengan perusahaan-perusahaan industri yang ada di pedesaan. Apalagi dengan begitu, lulusan dari desa tidak pelru lagi ke kota untuk magang ataupun mencari pekerjaan. Karena serapan di desa sudah memadai.
"Itu salah satu strategi dan tentunya ini butuh strategi jangka menengah panjang, karena tidak hanya pada saat keberadaan saat ini saja, masalah mungkin akan muncul ketika terjadi ketimpangan antara desa dan kota yang terlalu tajam maka momentum selain lebaran akan terjadi urbanisasi yang konsisten dan itu membuat desa kehilangan banyak sekali tenaga kerja yang sifatnya produktif," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.