Share

Hewan Kurban Idul Adha 2022 Dipastikan Bebas Penyakit Mulut dan Kuku

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Rabu 11 Mei 2022 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 320 2592659 hewan-kurban-idul-adha-2022-dipastikan-bebas-penyakit-mulut-dan-kuku-jaY9AO5Abx.jpg Hewan Kurban Dipastikan Bebas Penyakit Mulut dan Kuku. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Hewan kurban untuk konsumsi Hari Raya Idul Adha dipastikan tidak terpapar wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Masyarakat pun diminta tak perlu khawatir berlebihan.

"Nanti kami akan buat SOP khusus bagaimana mobilisasi ternak dari satu wilayah ke wilayah lain tanpa terkontaminasi oleh PMK ini. Mudah-mudahan satu sampai dua minggu sebelum Idul Adha kami sudah bisa punya itu sehingga masyarakat kaum Muslim bisa melaksanakan kurban dengan aman dan sehat," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: 2 Daerah Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan, Mentan: Sangat Cepat

Dia menjelaskan, penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak itu mengakibatkan kuku sapi, kambing, domba, dan babi menjadi terbelah.

Penularan penyakit ini terjadi melalui virus yang penyebarannya lewat udara ataupun airborne dan juga kontak langsung.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Hewan, Mentan Siapkan Vaksin

Namun Nasrullah menekankan bahwa penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ini tidak menular pada manusia, melainkan hanya sesama hewan ternak.

"Kementerian Pertanian dan juga pemerintah daerah telah melakukan intervensi pengendalian wabah dan pencegahan agar penyebaran PMK pada hewan tidak semakin meluas," jelasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Nasrullah menambahkan, pihaknya optimistis tidak ada kelangkaan hewan ternak untuk kurban pada hari raya Idul Adha mendatang. Dia menyebut, kebutuhan hewan ternak untuk kurban biasanya hanya 10 sampai 20 persen dari total populasi yang ada.

"Untuk Idul Adha kami optimistis Insya Allah (hewan ternak) tersedia. Pengalaman-pengalaman sebelumnya hanya 10-20% dari populasi yang dipakai," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini