Share

Harga Emas Turun Lagi, Ini Penyebabnya

Antara, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593403 harga-emas-turun-lagi-ini-penyebabnya-vPCy7uG6eD.jpg Harga emas dunia hari ini. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas dunia melemah pada penutupan perdagangan Kamis (13/5/2022). Untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD29,10 atau 1,57% menjadi ditutup pada USD1.824,60 per ounce.

Hal ini disebut karena inflasi yang terus memanas mendorong dolar AS lebih kuat mendekati level tertinggi dua dekade dan menekan daya tarik logam mulia.

Tercatat pada emas berjangka terangkat USD12,7 atau 0,69% menjadi USD1.853,70 pada Rabu (11/5/2022), setelah tergelincir USD17,6 atau 0,95% menjadi USD1.841,00 pada Selasa (10/5/2022), dan terpuruk USD24,2 atau 1,29% menjadi USD1.858,60 pada Senin (9/5/2022).

 BACA JUGA:Data Inflasi AS Bikin Harga Emas Dunia Terbang Tinggi

Adapun Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (12/5/2022) bahwa indeks harga produsen AS, ukuran inflasi sebelum mencapai konsumen, naik 11 persen tahun ke tahun dan 0,5% bulan ke bulan pada April, turun dari masing-masing 11,5% dan 1,6% pada Maret.

Mereka juga melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 1.000 menjadi 203.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 7 Mei, level tertinggi sejak pertengahan Februari.

Dilanjut dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama rivalnya, naik 0,9 persen, mendekati level tertinggi 20 tahun. Dolar yang kuat dipandang sebagai negatif untuk komoditas yang dihargai dalam unit tersebut, karena membuatnya lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya.

"Anda sekarang melihat perdagangan emas di dekat level teknis yang berbahaya," ujar analis senior Edward Moya di Oanda.

Diketahui, aksi jual berlanjut, mungkin ada kembalinya hari-hari ketika harga emas turun 100 dolar AS dalam satu hari, Moya memperingatkan, menambahkan bahwa kekhawatiran sebelumnya tentang inflasi yang terus-menerus tinggi telah berubah menjadi kekhawatiran tentang potensi perlambatan pertumbuhan global, yang mendorong investor berbondong-bondong ke dolar untuk keamanan.

Apalagi ada angka inflasi tinggi lainnya menjelang pertemuan Fed berikutnya pada Juni dapat membuat bank sentral mempertimbangkan kenaikan suku bunga 75 basis poin yang lebih besar daripada 50 basis poin yang dikatakan Ketua Fed Jerome Powell sedang dipertimbangkan untuk dua pertemuan berikutnya.

 BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp2.000, Ini Daftar Lengkapnya

"Dengan latar belakang seperti itu, kekuatan emas apa pun yang dihasilkan dari peran logam mulia sebagai tempat berlindung yang aman dan lindung nilai inflasi kemungkinan akan tetap dibatasi oleh dolar AS yang lebih kuat," ucap analis senior Ricardo Evangelista di ActivTrades.

Terlihat juga kalau logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 80,2 sen atau 3,72%, menjadi ditutup pada USD20,773 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Juli turun 58,4 dolar AS atau 5,9%, menjadi ditutup pada USD931,4 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini