Share

Dinner Bareng Joe Biden, Jokowi: Asean-AS Capai Tingkat Kemitraan Tertinggi

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 320 2593901 dinner-bareng-joe-biden-jokowi-asean-as-capai-tingkat-kemitraan-tertinggi-dItH3pvyiL.jpg Presiden Jokowi makan malam bareng Presiden AS Joe Biden (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara makan malam (dinner) dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Agenda ini merupakan acara ketiga dari rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-AS di Washington DC.

Sebagai presiden negara koordinator kemitraan ASEAN-AS, Jokowi mendapatkan kehormatan untuk memimpin balasan toast dari Biden.

"Dalam sambutan singkat yang diakhiri dengan toast, Bapak Presiden menyampaikan beberapa hal. Pertama adalah ucapan terima kasih kepada Presiden Biden sebagai tuan rumah KTT khusus ASEAN-AS. Ini merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat kemitraan ASEAN-AS ke depan," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Jumat (13/5/2022).

Dia mengatakan, Jokowi menyambut baik kesepakatan secara prinsip peningkatan kemitraan ASEAN-AS menjadi strategis komprehensif. Ini merupakan status tertinggi dalam sebuah kemitraan. Kemitraan ASEAN-AS ini sangat penting di tengah situasi dunia yang dipenuhi ketidakpastian saat ini.

"Presiden berharap, ke depan kemitraan ASEAN-AS dapat berkontribusi pada penguatan nilai-nilai multilateralisme, perdamaian dan stabilitas kawasan, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan kawasan," ungkap Retno.

Dia menyampaikan bahwa suasana makan malam ini sangat bersahabat. Presiden Biden dan pemimpin ASEAN menyampaikan harapan dari masing-masing pihak terhadap kerjasama ASEAN-AS dalam diskusi yang sangat terbuka dan hangat. Satu hal yang hampir dikatakan oleh semua pemimpin, adalah harapan agar AS dan ASEAN dapat menjadi bagian dari upaya untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

"Dan dalam diskusi terbuka sebagai bagian akhir dari makan malam, Bapak Presiden juga menambahkan pentingnya perbedaan diselesaikan melalui dialog, bukan melalui penggunaan kekuatan," pungkas Retno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini