Share

Erick Thohir: RI Tempati Peringkat 4 Negara Ekonomi Terbesar di Dunia pada 2045

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 320 2594193 erick-thohir-ri-tempati-peringkat-4-negara-ekonomi-terbesar-di-dunia-pada-2045-iSQNtI1oyR.jpg Menteri BUMN Erick Thohir yakin ekonomi RI tempati peringkat 4 di dunia (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir yakin Indonesia menempati peringkat empat ekonomi terbesar di dunia pada 2045. Pasalnya, Erick menilai peluang Indonesia sangat besar.

"Kita harus optimis bahwa ini luar biasa Indonesia, pertumbuhan ekonomi kita sampai tahun 2045 akan terus tumbuh 5%. Akhirnya pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara ke empat ekonomi terbesar di dunia," ujar Erick Thohir, Sabtu (14/5/2022).

Menurut Menteri BUMN, kondisi perekonomian Indonesia yang bagus mendukung kinerja dan perkembangan pelaku usaha.

"Perekonomian Indonesia bagus, bahkan ketika situasi sesudah pandemi Covid-19 Indonesia menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di dunia. Amerika lewat, China lewat, Eropa lewat," kata Erick.

Kalau melihat data-data, padahal pembiayaan UMKM di Indonesia itu baru 20% dari total pembiayaan perbankan. Negara seperti Malaysia dan Thailand pembiayaan UMKM-nya mencapai 50%.

"Artinya terdapat kesempatan yang luar biasa besar," kata Menteri BUMN.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan terdapat empat faktor kunci untuk mencapai visi Indonesia tahun 2045.

Erick Thohir mengajak semua pihak optimis Indonesia secara ekonomi akan terus tumbuh sampai dengan tahun 2045 dan pertumbuhannya harus dijaga.

Terdapat empat agenda besar yang memang terus kita dorong saat ini. Pertama, bagaimana pemerintah, termasuk kami BUMN, melakukan yang namanya hilirisasi sumber daya alam. Kedua, juga harus benar-benar membuka mata mengenai bagaimana potensi ekonomi digital Indonesia.

Faktor ketiga, jika berbicara mengenai ekonomi dan investasi maka artinya Indonesia harus memiliki sistem finansial yang kompetitif dan ramah untuk investor baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Terakhir adalah tenaga kerja terampil atau skill labour, terkait peningkatan profesionalisme, guna menghadapi disrupsi digital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini