Share

Penjualan Emas Antam Capai Rp5,8 Triliun di Kuartal I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 22 Mei 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 22 278 2598303 penjualan-emas-antam-capai-rp5-8-triliun-di-kuartal-i-2022-vLLP5PwRe0.jpg Penjualan Emas Antam (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan kenaikan produksi feronikel sebanyak 5.681 ton nikel dalam feronikel (TNi) pada kuartal pertama tahun 2022. Adapun volume penjualan feronikal tumbuh 1% sebesar 5.660 TNi, dari tingkat penjualan feronikel periode sama tahun lalu sebesar 5.624 TNi.

Berdasarkan siaran resminya, penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih perusahaan, dengan kontribusi sebesar Rp1,86 triliun, atau 19% dari total penjualan bersih ANTM per Maret 2022. Seluruh produk feronikel ANTAM sepenuhnya diserap oleh pasar ekspor.

"Nilai penjualan feronikel pada kuartal I/2022 naik sebesar 51% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,23 triliun," tulis perseroan di Keterbukaan Informasi, Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (22/5/2022).

Pada kuartal pertama, volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel ANTM dan penjulan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 2,92 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 11% dibandingkan volume produksi bijih nikel pada kuartal I/2021 sebesar 2,64 juta wmt.

Sementara volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik mencapai 2,33 juta wmt, tumbuh 46% dari capaian penjualan kuartal satu tahun lalu sebesar 1,60 juta wmt.

"Pada tahun 2021, ANTAM berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industry pengolahan nikel di dalam negeri dengan tetap mengedepankan aspek konservasi cadangan dan sumberdaya bijih nikel ANTAM," lanjut perseroan.

ANTAM mencatatkan pendapatan dari bijih nikel pada kuartal I/2022 sebesar Rp1,62 tirilun, tumbuh 71% dari nilai penjualan kuartal I/2021 sebesar Rp950,01 miliar.

Dari komoditas emas, ANTM mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 370 kg (11.896 troy oz), tumbuh 28% dari tingkat produksi emas pada periode sama tahun 2021 sebesar 290 kg (9.323 troy oz).

Sementara itu volume penjualan emas ANTM di kuartal I/2022 tercatat sebesar 6.575 kg (211.391 troy oz) atau 89% dibandingkan triwulan pertama tahun lalu.

Sepanjang Januari - Maret 2022, pendapatan ANTM dari penjualan emas mencapai Rp5,88 triliun. Emas merupakan kontributor terbesar dari penjualan bersih ANTAM dengan kontribusi sebesar 60% dari total penjualan pada kuartal I/2022.

"Pada tahun 2022, ANTAM berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri, hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan pemintaan emas di pasar domestik," tandas perseroan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini