Share

Subholding Gas Pertamina Gandeng Korsel Perluas Bisnis Jual Beli LNG Internasional

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 07:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 320 2599813 subholding-gas-pertamina-gandeng-korsel-perluas-bisnis-jual-beli-lng-internasional-5xD8LRe9gW.jfif PGN Teken Kerjasama dengan PRISM Energy. (Foto: Okezone.com/Antara)

JAKARTA - PT PGN Tbk, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) bersiap masuki pasar LNG internasional dengan menggandeng PRISM Energy International. Anak perusahaan asal Korea Selatan, SK E&S ini bergerak di bidang LNG trading.

PGN dan PRISM menandatangani perjanjian induk atau master sales and purchase agreement (MSPA) dalam rangka jual beli LNG di 28th World Gas Conferrence, Daegu, Korea Selatan, sebut siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Penandatanganan MSPA dilakukan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dan CEO PRISM Energy International Chung Jaehak.

Baca Juga: Tinjau Jargas di Jawa Timur, BPH Migas Pastikan Penyaluran Gas Bumi Pelanggan Rumah Tangga dan BBG Lancar dan Aman

MSPA ini menjadi tindak lanjut penandatanganan MOU antara PGN dan SK E&S untuk kerja sama pengembangan LNG, hidrogen, dan carbon capture storage (CCS), yang turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 22 Februari 2022.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan mengungkapkan MSPA ini akan membuka peluang jual beli LNG internasional bagi PGN dalam upaya penyediaan energi bersih bersama PRISM.

"Kami men-challenge diri sendiri agar tidak hanya hadir untuk kebutuhan gas bumi domestik di mana kita telah mencapai 89 persen market share, tetapi juga untuk dapat keluar dari zona nyaman dengan memasuki pasar internasional," ujar Heru, dikutip dari Antara, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: PGN Catat Laba Bersih Rp1,7 Triliun pada Kuartal I-2022

Selain perdagangan LNG internasional, kerja sama ini juga sejalan dengan visi misi SK Group dalam utilisasi gas bumi menuju masa transisi energi bersih. Dalam hal ini, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang potensial untuk menyediakan green hydrogen.

Heru berharap PGN dan SK Group dapat saling melengkapi dalam pengembangan energi baru terbarukan termasuk pengembangan LNG, hidrogen, dan CCS.

Kebijakan energi dan transisi energi bersih merupakan penentu utama permintaan LNG di Korea Selatan.

Pada akhir 2020, Korea Selatan juga mengumumkan target net zero emissions pada 2050, adapun porsi LNG pada bauran pembangkit listrik tahun 2030 mencapai hingga 19 persen.

Peran LNG dalam bauran tenaga listrik tersebut akan terus berkembang yang mana perkiraan permintaan LNG Korea Selatan pada 2030 akan mencapai antara 65-66 miliar meter kubik (bcm) atau sekitar 50 Mt.

"Kami percaya dengan sinergi infrastruktur LNG, teknologi, pasar, sekaligus sebagai penyuplai LNG terpercaya, PGN dan SK Group mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan gas bumi untuk transisi energi bersih di Korea Selatan, Asia Tenggara, hingga pasar global lainnya," ujar Heru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini