Share

OJK: Jumlah Investor Ritel Pasar Modal Tembus 8,62 Juta

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 320 2601128 ojk-jumlah-investor-ritel-pasar-modal-tembus-8-62-juta-ZcB8BH96nz.jpg Jumlah investor ritel pasar modal tembus 8,62 juta. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia semakin tinggi dengan solidnya pengaturan dan pengawasan yang telah dilakukan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, pertumbuhan jumlah investor di Pasar Modal terus meningkat secara signifikan selama masa pandemi.

Bahkan hingga akhir April 2022, secara nasional jumlah investor ritel di Pasar Modal telah mencapai 8,62 juta atau telah meningkat sebesar 15,11% (ytd) dibandingkan posisi 30 Desember 2021.

 BACA JUGA:OJK Gandeng OECD Kembangkan Sustainable Finance di RI

"Pertumbuhan jumlah investor ritel ini juga masih didominasi oleh kaum milenial atau usia di bawah 30 tahun sebesar 60,29% dari keseluruhan jumlah investor,” kata Hoesen dalam keterangan resminya, Jumat (27/5/2022).

Hoesen juga berpesan agar setiap masyarakat dalam berinvestasi di Pasar Modal perlu mempelajari dan memahami dulu segala bentuk produk dan legalitas perizinan dari pihak yang menawarkannya.

“Masyarakat perlu mewaspadai segala bentuk investasi bodong atau ilegal yang sering merayu atau menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar,” jelas Hoesen.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar dalam berinvestasi haruslah menggunakan sumber dana di luar kebutuhan pokok maupun dana cadangan, dan jangan menggunakan pinjaman, apalagi pinjaman online ilegal.

Sebagai komitmen OJK dalam memberikan perlindungan dan upaya peningkatan investor, OJK telah mengeluarkan serangkaian kebijakan diantaranya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari investasi bodong dan penawaran imbal hasil fixed return yang tidak masuk akal, mendorong Bursa Efek agar terus mengembangkan Notasi Khusus dan papan pemantauan khusus, menerbitkan POJK Nomor 65/POJK.04/2020 dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2021.

Di samping itu, dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah, OJK juga telah menerbitkan Peraturan OJK yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat terutama pelaku UMKM untuk melakukan penggalangan dana melalui Pasar Modal antara lain melalui POJK Nomor 57/POJK.04/2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi (Securities Crowdfunding/SCF) sebagaimana diubah dengan POJK 16/POJK.04/2021.

Pertumbuhan SCF sampai dengan tahun 2022 ini dinilai cukup pesat.

Hingga 13 Mei 2022, terdapat 10 Penyelenggara/platform yang telah berizin dari OJK. Jumlah ini meningkat 42,85% dari sebelumnya per 31 Desember 2021 hanya berjumlah 7 platform.

 BACA JUGA:OJK Sebut Potensi Serangan Siber Meningkat di Tengah Berkembangnya Digitalisasi

Jumlah Penerbit/UMKM yang menghimpun dana juga meningkat 17,94% menjadi 230 perusahaan dari sebelumnya 190 perusahaan per 30 Desember 2021.

Pemodal SCF juga mengalami peningkatan sebesar 15,22% dari 93.733 pemodal per 30 Desember 2021 menjadi 108.006 pemodal.

Total dana yang dihimpun juga mengalami peningkatan sebesar 19,84% dari Rp413,19 miliar menjadi Rp495,18 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini