Share

Harga Minyak Dunia Tembus USD119/Barel, Defisit APBN Melebar?

Heri Purnomo, Jurnalis · Sabtu 04 Juni 2022 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 04 320 2605424 harga-minyak-dunia-tembus-usd119-barel-defisit-apbn-melebar-moiEORtfaq.jpg Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus terangkat USD2,11 atau 1,8%, menjadi USD119,72 per barel.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah USD2 atau 1,7% menjadi USD118,87 per barel. Untuk minggu ini, standar harga minyak mentah AS naik 3,3%, sementara Brent naik 3,6%, berdasarkan kontrak bulan depan.

Direktur Riset Center of Reform On Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan bahwa naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih bergantung kepada kebijakan pemerintah.

Menurutnya, pilihan pemerintah saat ini antara beban defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau terjadi kenaikan inflasi.

"Bergantung pemerintah sendiri. Pilihannya antara beban defisit apbn atau inflasi," ujarnya dikutip, Sabtu (4/6/2022).

Menurut Piter, jika pemerintah memilih menjaga tingkat inflasi, maka resiko yang didapatkan adalah defisit apbn melebar, tetapi harga bbm bersubsidi tidak mengalami kenaikan.

"Sementara kalau pemerintah tidak menaikkan anggaran subsidi, harga bbm subsidi akan naik," katanya.

Lebih lanjut, Piter menjelaskan bahwa untuk harga bbm yang tidak bersubsidi akan mengalami kenaikan harga. Hal itu disebebkan karena harga bbm tidak bersubsidi mengikuti harga minyak global.

"Untuk harga minyak atau bbm yg tidak subsidi harga langsung naik mengikuti kenaikan harga minyak global," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini