JAKARTA – Rincian biaya hidup di Bogor menarik untuk diulas. Bogor menjadi salah satu kota alternatif karena letaknya cukup dekat dengan Jakarta.
Berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan Badan Pusat Statistik, bisa diketahui rincian biaya hidup di Bogor. Hasil survei SBH ini dilakukan sebagai dasar perhitungan indeks harga konsumen (IHK).
Rincian biaya hidup di Bogor yang dirangkum Okezone, Senin (6/6/2022), bisa dilihat dari rata-rata pengeluaran. BPS mencatat, biaya hidup di Bogor per rumah tangga mencapai Rp12.013.649 per bulannya.
Total biaya tersebut terdiri dari konsumsi per rumah tangga Rp9.853.507 dan nonkonsumsi sebesar Rp2.160.142. Adapun pengeluaran tersebut dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga 3,9.
Jika dihitung secara individu, rata-rata total biaya hidup per kapita di Bogor mencapai Rp3.080.423 per bulan. Total biaya tersebut terdiri dari pengeluaran konsumsi sebesar Rp2.526.540. Sementara total pengeluaran nonkonsumsi Rp553.883.
Dari hasil survei diketahui bahwa rata-rata pengeluaran biaya hidup untuk perumahan, air, listrik, dan bahan bakar. Total pengeluaran untuk sewa dan kontrak rumah di sana tercatat Rp1.256.014 per bulan.
Adapun rata-rata pengeluaran untuk pemeliharaan, perbaikan, dan keamanan tempat tinggal sebesar Rp220.338. Sementara rata-rata pengeluaran untuk penyediaan air dan layanan perumahan lainnya tercatat Rp247.701.
Kemudian, rata-rata pengeluaran listrik dan bahan bakar rumah tangga mencapai Rp546.970.
Dengan pengeluaran tersebut, berapa pendapatan warga Bogor? Ternyata Bogor menjadi salah satu wilayah dengan upah minimum cukup tinggi.
Tercatat UMK Kota Bogor tercatat Rp4.169.806. Angka tersebut masih sama dengan UMK tahun 2020. Sementara upah Kabupaten Bogor mencapai Rp4.217.206.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.