Share

Erick Thohir Targetkan Dividen BUMN Capai Rp45 Triliun pada 2023

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 07 Juni 2022 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 320 2607369 erick-thohir-targetkan-dividen-bumn-capai-rp45-triliun-pada-2023-x0nqJWwEP5.jpg

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut target kontribusi perseroan ke negara tahun depan sejalan dengan pemulihan kinerja BUMN.

Adapun dividen perusahaan pelat merah pada 2023 ditargetkan mencapai Rp45 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dari realisasi tahun ini yakni Rp40 triliun.

Karena itu, dividen perusahaan akan mencapai nominal layaknya nilai yang diberikan saat sebelum pandemi Covid-19.

"Dan kita meyakininya tahun depan, tadi saya sampaikan kita akan mengejar di angka kira-kira Rp43-Rp45 triliun (2023), jadi sama dengan 2020, tetapi di tahun 2024 kita justru ingin dorong lebih tinggi dividen," ungkap Erick, Selasa (7/6/2022).

 BACA JUGA:Laba Bersih BUMN Capai Rp126 Triliun, Erick Thohir: Luar Biasa

Pada tahun ini, dividen BUMN yang dikontribusikan ke negara mencapai Rp40 triliun.

Angka ini lebih besar dari yang diproyeksikan sebelumnya, di mana Kementerian BUMN memperkirakan dividen 2022 hanya berada di kisaran Rp36,4 triliun.

"Kita bisa melihat target di tahun 2022 ini, yang tadinya Rp36,4 triliun tentu berkat kerja sama kita semua, saya ucapkan terima kasih kepada Direksi dan Komisaris juga, itu kita bisa memberikan dividen Rp40 triliun yang kalah sedikit dari tahun 2020," jelasnya.

Sejak 2021 lalu, total dividen yang diberikan BUMN ke negara hanya mencapai Rp29,5 triliun.

Nilai ini menurun drastis lantaran 90% BUMN terkontraksi kinerjanya akibat pandemi.

Tercatat, pada 2019 perusahaan membagikan dividen sebesar Rp50 triliun.

Namun turun menjadi Rp44 triliun pada 2020.

Jumlahnya terus merosot sampai ke Rp29,5 triliun di 2021. Erick menilai pandemi menjadi momen yang sangat memberatkan perusahaan.

"Dividen ini cukup berat di awal kalau kita lihat ketika tahun 2019 hampir Rp50 triliun lalu di 2020 itu Rp44 triliun, lalu 2021 yang awalnya kita yakini bisa Rp40 triliun waktu itu, saya ingat saya memohon maaf karena ada Covid-19 akhirnya kita hanya bisa turun menjadi Rp29,5 triliun," ucapnya.

Di lain sisi, Kementerian BUMN berhasil menekan utang dan modal BUMN hingga ke 35% dari sebelumnya 39%.

Dia menyebut perbaikan kinerja juga mendorong pertumbuhan valuasi BUMN.

"Kita lihat sekarang perusahaan-perusahaan BUMN, empat BUMN saja, Telkom, Mandiri, BNI, BRI, sekarang sudah mencapai valuasi Rp 1.600 triliun secara aset. Mereka juga dividennya terus naik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini