Share

Kilang Freeport LNG Ditutup Selama 3 Minggu, Pasar Energi Dunia Terguncang

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Kamis 09 Juni 2022 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 320 2608838 kilang-freeport-lng-ditutup-selama-3-minggu-pasar-energi-dunia-terguncang-zrVYWfTEdT.JPG Freeport LNG tutup selama 3 minggu. (Foto: VOA)

JAKARTA - Freeport LNG yang merupakan salah satu pabrik ekspor terbesar Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan ditutup selama tiga minggu.

Dikutip dari VOA Indonesia, hal itu dilakukan setelah terjadinya ledakan di fasilitas Pantai Teluk Texas tersebut.

Diketahui, Freeport LNG memproduksi gas alam cair.

 BACA JUGA:Freeport Indonesia Buka Banyak Loker Nih, Buruan Cek Daftar dan Lengkapi Syaratnya!

Adapun kebakaran tersebut mengguncang pasar gas alam AS pada Rabu (8/6/2022). Serta dampaknya kemungkinan akan menyebar ke seluruh pasar Eropa dan Asia, kata para analis.

Dalam perusahaan tersebut tercatat menyediakan sekitar 20% pemrosesan LNG AS.

Kebakaran itu menyebabkan banyaknya fasilitas alami kerusakan besar.

Kini, penutupan fasilitas tersebut menyingkirkan pemasok utama LNG ke pasar yang sudah tegang di tengah penghindaran yang dilakukan oleh negara-negara Eropa terhadap LNG Rusia.

Serta untuk menyusul sanksi yang diberikan atas invasinya ke Ukraina dan juga naiknya permintaan LNG di China.

"Ini adalah pemadaman produksi yang signifikan di fasilitas utama AS," kata direktur gas dan LNG global Alex Munton di firma riset Rapidan Energy.

Untuk Freeport LNG mengirimkan sekitar empat kargo per minggu dan penutupan selama tiga minggu itu akan mengambil setidaknya 1 juta ton LNG dari pasar.

"Ini berarti satu hal: kekurangan. Persaingan untuk LNG spot akan mendorong harga LNG global lebih tinggi," tambahnya.

Di mana pabrik tersebut dapat memproses hingga 2,1 miliar kaki kubik gas alam per hari (bcfd), dan pada kapasitas penuh dapat mengekspor 15 juta ton per tahun gas cair.

Sehingga ekspor LNG AS mencapai rekor 9,7 bcfd tahun lalu, menurut Administrasi Informasi Energi AS (EIA).

Sebegai catatan, Freeport LNG didirikan pada 2002 oleh miliarder Michael Smith, dan memproses gas untuk sejumlah perusahaan termasuk BP, Kansai, Osaka Gas, SK E&S dan TotalEnergies.

Namun, terkait penyebab kebakaran itu masih tengah dilakukan investigasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini