Share

6 Fakta RI Jadi Raja Baterai Mobil Listrik Dunia, Industri Raksasa Investasi di KIT Batang

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 05:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 320 2609565 6-fakta-ri-jadi-raja-baterai-mobil-listrik-dunia-industri-raksasa-investasi-di-kit-batang-wHaKFR6Lqb.jpg Pabrik Baterai Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menyatakan dimulainya implementasi tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

"Pagi hari ini tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi dari LG dan konsorsium BUMN saya nyatakan di mulai pembangunannya," ujar Jokowi dalam sambutannya yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Berikut fakta-fakta RI jadi raja baterai mobil listrik dunia yang dirangkum Okezone, Senin (13/6/2022):

1. Jokowi Senang

Jokowi menyatakan dirinya sangat senang bahwa tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi telah mulai berjalan. Menurutnya investasi dari LG ini merupakan investasi pertama di dunia yang mengintegrasikan produksi kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir.

"Mulai dari penambangan nikel, smelter, pabrik prekusor, pabrik katoda, kemudian baterai listrik, baterai pack hingga mobil listrik. Masih ditambah lagi dengan Industri daur ulang baterai dari hulu sampai hilir end to end semuanya dikerjakan dalam investasi ini," jelasnya.

2. Total Investasi Rp142 Triliun

Jokowi pun berterimakasih kepada pada konsorsium LG yang bekerja sama dengan BUMN Indonesia dengan perusahaan - perusahaan Indonesia untuk pembangunan industri baterai listrik terintegrasi. Sebab, dalam industri terintegrasi itu menyerap 20 ribu sumber daya manusia dari Indonesia.

"Total investasi ini juga bukan jumlah yang sedikit Rp142 triliun kalau di dolarkan 9,8 USD. Dan yang paling saya senang menyerap area karyawan SDM tenaga kerja kita 20 ribu orang ini jumlah yang tidak kecil. Di mana-mana di dunia sekarang ini pembukaan lapangan kerja merupakan kunci," kata Jokowi.

3. Terbesar di Indonesia

Jokowi juga mengungkapkan bahwa investasi industri baterai listrik tersebut telah tersebar di beberapa kawasan di Indonesia. Untuk pertambangan dan peleburan nikelnya berlokasi di Halmahera, Maluku Utara.

"Kemudian untuk industri refinery pemurnian serta industri rekusor industri katodanya ada di Jawa Tengah kawasan industri di Batang. Kemudian pabrik baterai yang sedang juga dibangun di Karawang dan pabrik mobil listriknya ada di Cikarang tersebar tapi sangat baik tidak hanya di Jawa saja di luar Jawa juga banyak dibangun untuk investasi nya," ungkapnya.

4. Negara Tetangga Belum Ikhlas

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa, investasi LG di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang senilai Rp142 triliun akan mendorong berjalannya industri baterai mobil listrik terintegrasi di Indonesia

Dengan begitu, tujuan Indonesia jadi produsen utama baterai mobil listrik di dunia diyakini akan tercapai. Meskipun pada kenyataannya, menurut Bahlil, banyak negara tetangga yang 'belum ikhlas' hal itu terjadi.

"Baterai, ini godaannya banyak. Kelihatannya negara-negara tetangga kita sebagian belum ikhlas kalau Indonesia menjadi negara industrialis baterai mobil karena banyak 'pencak silat'nya," ujar Bahlil dalam Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di KIT Batang.

5. Bangun Pabrik Komponen Baterai Listrik

Adapun, investasi LG di KIT Batang adalah untuk membangun pabrik komponen baterai listrik. Nantinya, proyek ini akan menyerap 20.000 tenaga kerja dan memberikan nilai tambah ekonomi sebesar USD5,18 miliar.

"Deal bisnis ini sangat transparan, melibatkan BUMN, BPKP jadi kita ingin meletakkan kerangka dengan benar," ungkap Bahlil.

6. Diminati Berbagai Perusahaan

Sejak digarap dengan optimal pada awal tahun 2021, lanjut Bahlil, KIT Batang sudah diminati oleh berbagai perusahaan. Untuk tahap pertama, lahan seluas 450 ha di sana telah terjual.

Kemudian di tahap kedua, lahan seluas 1.000 ha juga dipenuhi beberapa perusahaan seperti LG yang akan membangun pabrik dengan luas 275 ha, diikuti dengan Foxconn dan perusahaan dari Amerika Serikat.

"Kami yakin 2023 akhir menjelang 2024, target kami minimal 50% dari 4.300 ha di (KIT) Batang akan terisi penuh," ungkap Bahlil.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini