Share

Harga Cabai Terus Naik, Pedagang: Pusing Mikirin Buat Modal

Heri Purnomo, Jurnalis · Minggu 12 Juni 2022 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 12 320 2610148 harga-cabai-terus-naik-pedagang-pusing-mikirin-buat-modal-Hrk5QVz111.jpg Harga Cabai Naik (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pedagang bernama Jesica mengaku dirinya pusing memikirkan modal untuk berjualan. Hal tersebut dikarenakan harga cabai terus mengalami kenaikan.

Tercatat harga Cabai di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terus mengalami kenaikan. Hal tersebut lantaran harga beli pedagang juga mengalami kenaikan. Harga cabai rawit merah mencapai Rp100.000 dari harga sebelumnya Rp80.000 per kilogramnya.

Sedangkan pada Sabtu, (4/6/2022) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, harga cabai rawit merah mencapai Rp80 ribu per kilogramnya, dari harga sebelumnya sebesar Rp70 ribu per kilogram.

"Kalo sekarang kan pada naik harga cabai, jadi kan kita pusing juga mikirin modalnya, karena harga pada tinggi semua," ujarnya kepada MNC Portal, Minggu (12/6/2022).

Jesica mengatakan kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak dua minggu yang lalu. untuk saat ini harga cabai rawit yang ia jual untuk cabai rawit merah 100 ribu untuk cabai yang sudah di bersihkan dahannya, sedangkan yang belum Rp95.000 per kilogramnya.

"Untuk cabai keriting mengalamai kenaikan yang tinggi, sekarang 85, kemarin bisa 60, hampir semua naik," katanya.

Selain harga cabai, kenaikan juga terjadi pada bawang merah dan tomat. Dia mengatakan saat ini harga bawang merah per kilogramnya mencapai Rp45.000 sampai Rp50.000 dari harga sebelumnya Rp40.000 per kilogramnya. Sedangkan untuk tomat saat ini Rp18.000 sampai Rp20.000 dari harga sebelumnya Rp13.000.

Ditempat yang berbeda, pedagang bernama Dewo (35) mengatakan bahwa dirinya bahkan kini tidak menjual cabai keriting. Hal tersebut dikarenakan harganya yang terlalu mahal mencapai Rp95.000 pwr kilogramnya.

"Kalau untuk cabai keriting semenjak ada kenaikan saya tidak beli, karena harganya terlalu mahal, nggak sanggup untuk jualnya," ujanya

Dirinya berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali normal, sehingga daya beli masyarakat meningkat.

"Harga kebutuhan pokok dapat kembali normal, kalo harga tinggi kan kemampuan masyarakat jadi menurun, jadi daya beli masyarakat menurun. Kita jadi sepi, karena semuanya diirit," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini