Share

Harga Tiket Pesawat Melonjak, KPPU Panggil Maskapai

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 320 2610384 harga-tiket-pesawat-melonjak-kppu-panggil-maskapai-ohoYaBaORo.jpg Harga Tiket Pesawat Naik. (Foto: Okezone.com/Thecheatsheet)

MEDAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) segera memanggil semua maskapai terkait tingginya harga tiket pesawat. Bahkan banyak kalangan menilai kenaikan harga tiket sudah tidak masuk akal.

"Untuk mendalami hal tersebut, KPPU Kanwil I akan segera memanggil maskapai penerbangan untuk menjelaskan semakin mahalnya harga tiket pesawat dan bagaimana pola penentuan tarifnya," pungkas Kepala KPPU Kanwil I Ridho Pamungkas, Senin (13/6/2022).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada beberapa hal yang menjadi penyebab mahalnya tiket penerbangan. Mulai dari menurunnya jumlah armada pesawat, peningkatan jumlah penumpang dan peningkatan harga avtur.

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal, YLKI Minta Maskapai Diwaspadai

KPPU Kanwil I pun melakukan pemantauan terhadap harga tiket pesawat yang dijual melalui aplikasi online.

Dia mengatakan, pihaknya melakukan perbandingan harga dari masing-masing rute berdasarkan maskapai dan waktu penerbangan. Dari hasil perbandingan, Ridho mencatat tingginya harga tiket pada rute-rute yang tidak banyak dilayani oleh maskapai penerbangan.

"Untuk rute penerbangan langsung dari Medan ke Banda Aceh misalnya, pada hari Senin, tanggal 13 Juni 2022, Wings Air menjual di harga terendah Rp1.262.600 dan Citilink di Harga Rp1.334.638. Namun pada hari Selasa, tanggal 14 Juni 2022, di mana Airasia ikut melayani rute tersebut, harga Wings air ditawarkan Rp646.400, Citilink di harga Rp1.011.128 dan Airasia menjual di harga Rp755.500. Hal tersebut terjadi dengan pola berulang, ketika Airasia melayani, harga menjadi kompetitif, jika tidak harga menjadi mahal," ungkapnya.

Baca Juga: Era Tiket Pesawat Mahal! Ada yang Sampai Rp20 Juta, Cek di Sini Rute Lengkapnya

Dalam konsep persaingan, Ridho menjelaskan pelaku usaha dilarang memanfaatkan posisi monopolinya untuk mengeksploitasi harga yang harus dibayar konsumen. Dari pantauan tersebut, Ridho mengendus adanya perilaku pelaku usaha yang menjual tiket di atas harga kompetitifnya.

"Harga yang relatif tinggi juga terdapat pada rute Medan-Padang. Di tanggal 13 Juni, untuk penerbangan direct, Wings Air menjual di harga Rp1.864.700, sementara lion dengan 1 kali transit menjual di harga Rp1.332.700. Bisa jadi mahalnya harga Wings karena konsumen juga tidak memiliki pilihan lain untuk penerbangan langsung. Berbeda dengan Medan ke Jakarta yang relatif lebih bervariatif pilihannya, pada tanggal yang sama, Lion Air menjual di harga Rp1.031.400, Citilink di harga Rp1.555.628 dan Airasia menjual di harga Rp1.102.000" tambahnya.

Atas temuan dalam pemantauan tersebut, Ridho menilai bahwa meskipun harga yang ditetapkan maskapai masih dalam rentang yang ditentukan oleh pemerintah melalui Kepmenhub RI Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri serta Kepmenhub Nomor 68 Tahun 2022 tentang Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri, namun masih belum mencerminkan harga yang kompetitif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini