Share

BCA Jamin Kembalikan Uang Nasabah 100% Jika Disebabkan Skimming

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Senin 13 Juni 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 622 2610584 kena-penipuan-bca-jamin-uang-nasabah-kembali-100-L7AqqSSxwc.jpg Hati-Hati penipuan mengatasnamakan BCA (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjamin uang nasabah akan kembali 100% jika menjadi korban penipuan. Hal ini dikatakan oleh EVP Center of Digital BCA Wani Sabu terkait ganti rugi yang didapat nasabah yang menjadi korban penipuan.

"Kami ganti uang nasabah 100%, akan kami kembalikan ke nasabah," ujarnya di acara BCA Talk di Jakarta, Senin (13/6/2022).

Namun, Wani menyebut kalau sistem pengembalian itu ada persyaratan yang berlaku. Dia mengatakan pengembalian dana 100% itu berlaku untuk masalah yang datang dari pihak BCA.

"Jika kelalaian datang dari BCA atau karyawan kamu, maka kami akan ganti 100% . Tapi kalau datangnya dari nasabah itu yang harus diwaspadai," jelasnya.

Maka dari itu, dia mengingatkan agar nasabah tak mudah memberikan data pribadi begitu saja.

"Jika ada yang telepon mengaku BCA tapi nomornya bukan 1500800 itu diabaikan saja. Atau kalau ada chat di WhatsApp isi formulir tapi bukan dari WhatsApp BCA resmi jangan diklik atau dibalas," pintanya.

Dia menyebutkan akun-akun resmi BCA yang bisa diakses nasabah.

Instagram: @GoodlifeBCA

Twitter: @BankBCA dan @HaloBCA

Facebook: @BankBCA

Line: Bank BCA

Website: www.bca.co.id dan prioritas.bca.co.id

WhatsApp: 08111500998

"Semuanya centang biru dan hijau ya jadi harap diperhatikan betul keasliannya," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sedangkan, Direktur BCA, Haryanto T Budiman mengaku kalau saat ini kejahatan siber memang tengah mengintai sektor perbankan.

"Kami mencermati bahwa belakangan ini cybercrime sering terdengar seiring semakin pesatnya perkembangan digital. Salah satu jenis cybercrime yang kerap terjadi adalah penipuan online seperti dengan munculnya iklan di media sosial dan meminta data pribadi Anda seperti nomor kartu kredit, PIN, OTP, dan lain-lain," tambahnya.

Sehingga dia berharap para nasabah sendiri yang lebih memahami soal modus-modus tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini