Share

BUMN Masih Sering Diberi Modal Negara, Wajar?

Heri Purnomo, iNews · Jum'at 17 Juni 2022 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 320 2613403 bumn-masih-sering-diberi-modal-negara-wajar-61yatqeqjf.jpg BUMN. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp73,26 triliun pada 10 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2023 merupakan kebutuhan bagi BUMN untuk menjalankan tugasnya.

Menurutnya, hal itu karena BUMN di Indonesia tidak seperti BUMN di luar negeri.

Dia menjelaskan kalau BUMN diluar sepenuhnya bersifat bisnis dan ditujukan untuk mencari keuntungan.

"Terkait PMN ini kita harus benar-benar paham posisi dan peran BUMN. Di mana BUMN indonesia mengemban banyak misi, melaksanakan program- program pemerintah yang sering kali membebani keuangan BUMN," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (17/6/2022).

 BACA JUGA:Pemerintah Suntik PMN Rp369,17 Triliun ke BUMN

Piter menjelaskan dengan banyaknya misi yang dijalankan BUMN, penambahan PMN merupakan hal yang wajar.

Itu bertujuan agar program pemerintah yang diembankan kepada BUMN berjalan.

"Bukan lagi bagi-bagi duit. Tetapi memberikan tambahan modal agar BUMN bisa melaksanakan program pemerintah yang mereka emban secara baik," jelasnya.

PMN tersebut digunakan misalnya untuk pembangunan infrastruktur jalan tol di Sumatera, pembangunan pembangkit listrik PLN, memperkuat pariwisata (holding pariwisata), transportasi kereta api cepat, dan bantuan kepada UMKM.

"Pembangunan berbagai infrastruktur oleh BUMN jelas membutuh tambahan uang dari pemerintah karena umumnya infrastruktur bersifat jangka panjang," katanya.

Piter menambahkan bahwa hal yang paling penting adalah pengawasan.

Hal itu agar PMN dipergunakan sesuai dengan tujuannya.

Sebelumnya, pada rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (7/6/2022) BUMN mengajukan sebesar Rp73,26 triliun kepada 10 perusahaan BUMN pada 2023.

Nilai tersebut terdiri dari PMN tunai sebesar Rp69,82 triliun dan PMN non tunai sebesar Rp3,44 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini