Share

5 Fakta Jokowi Ditelepon PM Negara Sahabat, Memohon Dikirim Stok Minyak Goreng karena Terancam Krisis Pangan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 320 2613591 5-fakta-jokowi-ditelepon-pm-negara-sahabat-memohon-dikirim-stok-minyak-goreng-karena-terancam-krisis-pangan-fPEgBDfjBG.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditelpon Perdana Menteri untuk mengirimkan stok minyak goreng.

"Dua hari yang lalu malam, saya mendapatkan telepon dari seorang perdana menteri gak usah saya sebutkan beliau meminta-minta betul Presiden Jokowi tolong dalam sehari dua hari ini kirim yang namanya minyak goreng," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022.


Berikut fakta-fakta Jokowi ditelepon PM Negara sahabat minta minyak goreng yang tealng dirangkum, Selasa (20/6/2022):

1. Terancam Krisis Pangan

Jokowi mengatakan, jika Indonesia tidak mengirimkan stok minyak goreng maka negara asal perdana menteri itu akan mengalami krisis.

"Stok kami betul-betul sudah habis dan kalau barang ini (minyak goreng) tidak datang akan terjadi krisis sosial ekonomi yang berujung juga pada bisnis politik dan itu sudah terjadi di negara yang namanya Sri Lanka," kata Jokowi.

2. 60 Negara Akan Ambruk Ekonomi

Jokowi mengungkapkan bahwa berdasarkan data bank dunia IMF akan ada kurang lebih 60 negara yang akan ambruk ekonominya. Dan 40 diperkirakan pasti akan ambruk.

3. Situasi Tidak Mudah

Menurut Jokowi, situasi saat ini adalah situasi adalah situasi yang tidak mudah karena ketidakpastian global.

Muncul berbagai ancaman seperti ancaman krisis pangan, ancaman krisis energi, dan ancama kenaikan inflasi yang menghantui semua negara.

4. Siapkan Segala Cara

Maka, Jokowi meminta agar pemerintah pusat dan daerah untuk menyiapkan segalanya agar tidak terjadi kelangkaan baik pangan maupun energi.

5. Butuh Pangan Besar

"Dan kita ini negara besar pangannya juga butuh pangan yang besar, energinya juga butuh energi yang besar baik untuk kendaraan maupun untuk industri untuk rumah tangga dan lain-lain. Tetapi ancaman krisis pangan ini juga bisa kita jadikan peluang karena lahan kita yang besar banyak yang belum dimanfaatkan banyak yang belum produktif," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini