Share

Banyak Masyarakat Masih Nekat Pakai Pinjol, Apa Alasan Terbesarnya?

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615109 banyak-masyarakat-masih-nekat-pakai-pinjol-apa-alasan-terbesarnya-kqN64U3gX0.jpg Pinjaman online. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Banyak masyarakat di Indonesia yang ternyata masih nekat memakai pinjaman online (pinjol).

Baik itu yang legal maupun ilegal ternyata masih diminati masyarakat.

Padahal, masyarakat tahu risiko besar jika terjebak pinjol ilegal yang berbahaya tersebut.

 BACA JUGA:Dana Pinjol Rp332 Triliun Mengalir ke 78 Juta Rekening

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing pun menyebut kalau alasan terbesar masyarakat tetap nekat pakai pinjol karena pemenuhan modal atau kebutuhan hidup.

Dia menjelaskan tingginya animo masyarakat memanfaatkan pinjol, karena selama ini memang keberadaan pinjol membantu kebutuhan mereka.

"Jadi memang menjadi kebutuhan di masyarakat. Terutama kalangan perempuan," kata Tongam saat mengisi Media Gathering yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Niagara Hotel Parapat, Kamis (16/6/2022) malam.

Dia mengatakan kalau tingginya kebutuhan itu pula, yang pada akhirnya banyak membuat masyarakat terjebak pada pinjol ilegal.

"Biasanya yang terjebak pinjol ilegal itu karena adanya kebutuhan mendesak karena kesulitan ekonomi," bebernya.

Kemudian, dia menerangkan juga jika maraknya pinjol ilegal akibat masih rendahnya literasi Keuangan masyarakat di tengah mudahnya mengakses aplikasi pinjol ilegal tersebut.

"Untuk itu kita terus berupaya melakukan pemblokiran pinjol ilegal sembari juga berupaya meningkatkan literasi masyarakat," ungkapnya.

Adapun sejak tahun 2018 lalu pihaknya telah memblokir setidaknya 3.989 aplikasi pinjol ilegal.

Di mana pemblokiran terbanyak dilakukan di tahun 2019 dan 2020 yang mencapai lebih dari 2500 aplikasi.

"Tahun 2022 ini saja, sudah ada 255 pinjol yang kita blokir. Sejak tahun 2018, pinjol menjadi entitas jasa keuangan yang paling banyak dihentikan Satgas Waspada Investasi," tuturnya.

Dia kembali mengingatkan agar masyarakat yang ingin mendapatkan pinjol, sebaiknya memeriksa dulu legalitas perusahaan pinjol yang akan digunakan.

Serta meminjam sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar.

Dia meminta masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan pinjol juga diminta memahami manfaat, biaya, jangka waktu, denda dan risikonya.

"Yang pasti sampai saat ini hanya 102 perusahaan pinjol yang terdaftar di OJK. Daftarnya bisa dicek di laman resmi OJK. Selebihnya ilegal dan masyarakat harus hati-hati," paparnya.

Sebagai informasi, tercatat dari ata Satuan Tugas Waspada Investasi, hingga Maret 2022, dana pinjol yang tersalurkan ke masyarakat mencapai Rp332,105 triliun dengan nilai outstanding mencapai Rp36,164 triliun.

Di mana dana mengalir dari 860.971 pemberi pinjaman (lender) melalui 102 perusahaan pinjol berizin dari OJK ke 78.560.968 rekening peminjam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini