Share

Harga Pangan Mahal, Mendag Zulhas Singgung 'Bonus Tahunan' untuk Petani

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 21 Juni 2022 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615136 harga-pangan-mahal-mendag-zulhas-singgung-bonus-tahunan-untuk-petani-f7quTPKydP.JPG Menteri Perdagangan Zulkifli temui Mentan Syahrul Limpo (Foto: YouTube/Kementan)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membahas soal 'bonus tahunan' yang di peroleh petani di tengah meroketnya harga cabai di pasaran.

Bahasan ini dia kemukakan usai bertemu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kantor Kementerian Pertanian.

Seperti diketahui bersama, saat ini harga sejumlah komoditas pangan tengah mahal. Termasuk semua jenis cabai.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Senin (20/6), harga cabai merah besar naik menjadi Rp68.850/kg, cabai merah keriting naik menjadi Rp74.950/kg, cabai rawit hijau naik menjadi Rp66.150/kg, serta cabai rawit merah Rp92.350/kg.

Mengetahui harga cabai yang meroket, saat Mendag Zulhas mengunjungi pasar beberapa waktu lalu pedagang banyak yang curhat.

"Kalau bawang merah, cabai-cabai naik itu kan memang musiman. Waktu itu saya tanya orang pasar, 'Biasa Pak kalau musim begini harganya naik, biarlah Pak untuk petani ada bonus tahunan,' kira-kira begitu kata pedagang," ujar Zulhas sambil dikutip dari YouTube Kementerian Pertanian, Selasa (21/6/2022).

Selain memaparkan itu, dia juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementan akan berkolaborasi memperjuangkan kesejahteraan petani agar tidak rugi.

Salah satunya, membuat perlindungan atau semacam aturan agar Indonesia mampu menahan laju impor pada komoditas bawang putih, gula pasir dan juga kedelai.

"Saya dikasih tahu Pak Mentan, beras lebih, jagung lebih, nah ini yang mesti kita sinkronkan, kolaborasi, kerja sama agar jangan sampai petani-petani kita mati karena adanya impor berlebih. Misalnya seperti cabai, bawang merah masa iya kita harus impor itu kan," jelasnya.

Zulhas pun berkomitmen akan mendukung penuh program Kementan untuk menjaga pangan Indonesia agar lebih meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

"Kalau perdagangan kan atur saja kan. Tapi semua kan ada di pertanian, tetapi kalau pertanian tidak dilindungi susah juga kan, nanti dimarahi petani. Memang ini harus kerja sama yang erat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini