Share

3 Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Beres, Berapa Kapasitasnya?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2616662 3-proyek-pembangkit-listrik-tenaga-minihidro-beres-berapa-kapasitasnya-9RwdmFkWX6.jpg Hutama Karya selesaikan pembangunan 3 PLTM (Foto: Antara)

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) menyelesaikan tiga proyek Engineering, Procurement & Construction (EPC). Proyek ini akan mendukung target zero carbon dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto mencatat pihaknya telah merampungkan tiga proyek, sementara ada satu proyek yang masih dikerjakan.

Adapun proyek yang dimaksud, pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Parmonangan-2 di Manalu Sumatera Utara dengan kapasitas 2 x 5 MW. Proyek ini rampung pada 2021 lalu dengan owner PT Bina Godang Energi (BGE) dan telah beroperasi pada Mei 2021 lalu.

Kedua, pembangunan PLTM Gunung Wugul 2 x 1,5 MW di Banjarnegara, Jawa Barat. Lalu, PLTM Lambur berkapasitas 2 x 4 MW di Pekalongan, Jawa Tengah dengan owner PT Indonesia Power (Indonesia Power).

Sedangkan proyek PLTM EPC yang juga dimiliki Indonesia Power dan saat ini tengah berjalan pembangunannya adalah PLTM Harjosari berkapasitas 3 x 3,3 MW di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Pembangunan keempat proyek EPC tersebut memberikan kontribusi dalam menumbuhkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja baru. Sedangkan dari aspek lingkungan hidup, kedua PLTM tersebut memenuhi target Pemerintah dalam menyukseskan pembangkit listrik dengan EBT sebagai syarat untuk mencapai zero carbon pada tahun 2050" ungkap Ferry, Kamis (23/6/2022).

Sejak awal pembangunan proyek senilai Rp 141 miliar ini telah direncanakan, termasuk penggunaan teknologinya. Dimulai dari desain PLTM Direct Cascade hingga penggunaan Self Loading Mobile Concrete Mixer pada pekerjaan pengecoran beton di jalur Penstock.

Selain penggunaan Self Loading Mobile Concrete Mixer, lanjut Ferry, proyek PLTM Parmonangan 1 dan 2 menjadi pembangkit listrik pertama di Indonesia yang menggunakan Cascade System, dimana aliran Sungai Aek Sibundong yang keluar dari PLTM Parmonangan-1 akan langsung digunakan untuk pemutaran turbin di Power House PLTM Parmonangan-2 yang letaknya berdekatan untuk memanfaatkan potensi maksimal sungai.

Saluran transisi yang digunakan untuk Cascade System didukung oleh struktur beton yang sudah mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Concrete Institute (ACI).

Keempat PLTM garapan Hutama Karya ini memiliki peran penting, khususnya membantu pemerintah menanggulangi krisis energi untuk meningkatkan rasio kelistrikan pada daerah-daerah yang tidak mampu dijangkau jaringan listrik PLN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini