Share

Nilai Transaksi Digital Banking Tumbuh Jadi Rp3.766 Triliun pada Mei 2022

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 320 2617075 nilai-transaksi-digital-banking-tumbuh-jadi-rp3-766-triliun-pada-mei-2022-OM49vgqUBJ.jpg Nilai transaksi digital banking tumbuh. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan.

Hal ini untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

"Nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Mei 2022 tumbuh 35,25% mencapai Rp32 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% menjadi Rp3.766,7 triliun," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG BI di Jakarta, Kamis(23/6/2022).

 BACA JUGA:Bank Indonesia Catat Aliran Masuk Modal Asing Sebesar USD1,5 Miliar

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mengalami peningkatan 5,43% menjadi Rp630,9 triliun.

"Untuk mendorong inovasi sistem pembayaran, Bank Indonesia akan terus memastikan implementasi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) khususnya Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) first mover dapat berjalan dengan lancar," tambahnya.

Selain itu, sebagai salah satu langkah kongkrit integrasi ekosistem ekonomi dan keuangan digital, pada 11-15 Juli 2022, BI bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI serta asosiasi akan menyelenggarakan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022.

Di mana ini yang sekaligus merupakan side event G20, yang menampilkan beragam inisiatif dan inovasi digital di Indonesia.

"Jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Mei 2022 meningkat 8,97% (yoy) mencapai Rp927,6 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI, antara lain melalui penguatan dan perluasan kerja sama dengan lembaga terkait dalam distribusi uang Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini