Share

5 Fakta IPO BUMN, Intip Persiapan Anak Usaha Pertamina hingga PTPN Melantai ke Bursa Saham

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Sabtu 25 Juni 2022 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 278 2617881 5-fakta-ipo-bumn-intip-persiapan-anak-usaha-pertamina-hingga-ptpn-melantai-ke-bursa-saham-Y6NdOZImjB.jpg IPO BUMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah BUMN dan anak usahanya ditargetkan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2022. Hal ini disampaikan Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.

Berikut fakta-fakta IPO BUMN yang telah dirangkum Okezone, Sabtu (25/6/2022):

1. Anak Usaha Pertamina

Pahala menyebut perusahaan yang akan melantai di pasar modal Indonesia adalah anak usaha PT Pertamina (Persero). Hanya saja dia enggan merinci hal ini. Tercatat, Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) akan melantai ke BEI.

"Target kita tahun ini paling tidak (anak usaha) Pertamina ada beberapa," ungkap Pahala saat ditemui wartawan di sela-sela Penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara Pertamina NRE dan Perhutani.

2. Perkebunan

Selain di sektor energi, BUMN di sektor perkebunan pun berpotensi melakukan go publik. Di sektor ini, manajemen Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) telah mengkonfirmasi akan mencatatkan sahamnya di pasar modal pada tahun ini.

3. Bentuk Sub Holding

Terkait rencana tersebut, perseroan pun akan membentuk sub holding yang disebut dengan Palm Co. Bisnis perusahaan yang dicatatkan sahamnya di pasar modal Tanah Air adalah seluruh bisnis kelapa sawit dan karet.

4. Dapat Value Creation

Aksi korporasi itu untuk mendapatkan value creation tertinggi yang berasal dari konversi karet ke kelapa sawit.

"Lalu kita lihat ada potensi juga di anak usaha (BUMN) perkebunan. Insya Allah ada. Nanti kita sebutkan kalau sudah registrasi," tutur Pahala.

5. Lakukan Kajian

Kementerian BUMN, kata Pahala, masih melakukan kajian dan memantau perkembangan market pasca keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), the Fed, yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) atau 0,75 persen. Pahala mengaku optimistis terkait hal ini.

"Insya Allah masih akan ada yang terealisasi. Kita lagi monitor apakah market sudah mem-price in atau mempertimbangkan kenaikan tingkat bunga yang ada di AS," ungkap Pahala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini