Share

Kementan Heran Wabah PMK Meluas Padahal Sudah Lockdown

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 24 Juni 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 24 320 2617526 kementan-heran-wabah-pmk-meluas-padahal-sudah-lockdown-YOoBS9RDUO.jpg Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat lalu lintas hewan ternak guna memutus penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini telah menyebar ke 19 provinsi di Indonesia.

Bahkan Kementan juga sudah menutup lalu lintas hewan ternak yang mengalami penularan parah.

Meski demikian Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah mengatakan saat ini masih banyak juga hewan-hewan yang lolos keluar kandang untuk siap dikirim.

"Walaupun telah dilakukan penyiasatan terhadap lalu lintas, banyak yang ditemukan di perbatasan terinfeksi dengan tanda klinis yang ada dan disuruh pulang. Ini kan jadi pertanyaan, harusnya kan ini ditahan ini barang," ujar Dirjen Nasrullah dalam rapat Koordinasi penanganan PMK, Jumat (24/6/2022).

 BACA JUGA:Permintaan Hewan Kurban Naik 13%, Kementan: Kita Masih Surplus!

Nasrullah menjelaskan kalau hewan tersebut dikembalikan ke kandang, artinya sudah terdapat potensi penyebaran wabah PMK.

Sebab menurutnya penyakit tersebut sangat cepat menular.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jadi perkembangan yang sangat cepat PMK ini memang secara teori paling gampang yang satu daratan, dari yang paling berkontribusi dalam penyebaran adalah lewat lalulintas," sambungnya.

Nasrullah mengatakan jumlah populasi sapi di Indonesia yang banyak serta berbarengan dengan momen perayaan idul Adha menjadi salah satu alasan naiknya kasus.

Bahkan, kini wabah PMK pun sudah meluas.

Tantangan untuk memperketat lalu lintas hewan ternak melalui jalur darat juga ditambah dengan banyaknya jalan-jalan tikus yang menjadi akses alternatif pengiriman.

Maka dari itu bantuan dukungan dari instansi lainnya seperti aparat penegak hukum dan militer menurutnya perlu diterjunkan agar penerapan pengetatan mobilitas hewan bisa dilakukan.

"Maka peran di tingkat TNI sampai dengan kelompok Babinsa diperlukan, ini kan banyak jalan tikus, ini kadang tidak dipedulikan oleh orang yang hanya mementingkan usahanya," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini