Share

Wabah PMK Semakin Meluas, DPR Minta Karantina Hewan Ditingkatkan

Tim Okezone, Okezone · Senin 27 Juni 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 320 2618984 wabah-pmk-semakin-meluas-dpr-minta-karantina-hewan-ditingkatkan-W7ySKpbHhf.jpg Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jumlah petugas dalam proses karantina hewan yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) diminta untuk ditambah.

Hal itu diperintahkan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin yang juga meminta adanya penambahan fasilitas disinfektan.

Dia mengatakan kalau mendapati petugas karantina dan fasilitas disinfektan yang minim di perbatasan untuk mencegah penularan wabah PMK.

 BACA JUGA:50% Kecamatan Terinfeksi PMK, Kepala BNPB: Lockdown Mikro!

"Sebagai contoh pada saat Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur diperoleh keterangan bahwa kontrol dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku sangat tidak memadai. Bagaimana mungkin di pintu masuk hanya ditempatkan dua orang petugas karantina dan dua hand sprayer, jadi mobil-mobil truk yang angkut sapi itu cuma punya dua hand sprayer," ujarnya dikutip Antara, Senin (27/6/2022).

Dia menyoroti ketersediaan dan pendistribusian vaksin PMK sebagai upaya utama pencegahan penularan penyakit tersebut. S

udin meminta agar pengadaan dan pendistribusian vaksin dipercepat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah memesan 3 juta dosis vaksin PMK dari Prancis dan baru tiba sebanyak 800 ribu dosis untuk tahap pertama.

Sementara 2,2 juta sisanya sedang dalam proses sembari menunggu ketersediaan anggaran. Kementerian Pertanian menyebutkan 3 juta dosis vaksin tersebut sebagai vaksin darurat, ke depannya vaksin akan diproduksi di dalam negeri.

Namun, dia menilai Indonesia belum siap untuk memproduksi vaksin PMK untuk seluruh populasi ternak ruminansia di Indonesia. Dia mengatakan hasil kunjungan kerjanya ke Pusat Veteriner Fatma Kementan di Jawa Timur mengungkap bahwa hanya bisa memproduksi 1 juta vaksin PMK dalam setahun.

Sehingga, idak akan memadai dengan kebutuhan menyuntik hewan ternak sebanyak tiga dosis untuk 18 juta populasi sapi di Indonesia.

Serta menginginkan agar dana sebanyak Rp4,4 triliun yang digelontorkan oleh pemerintah untuk penanganan wabah PMK harus dirinci terlebih dahulu terkait rencana kerjanya.

Lalu, mengapresiasi pembentukan Satgas PMK yang dikomandoi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

"Nanti kalau diambil alih Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ya beda lagi. Di sana tegas, langsung di bawah presiden, langkahnya konkret apa yang harus dikerjakan," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini