Share

Proyek Ibu Kota Nusantara Minimalisir Penebangan Pohon dan Jaga Kebersihan Teluk Balikpapan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 01 Juli 2022 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 470 2622051 proyek-ibu-kota-nusantara-minimalisir-penebangan-pohon-dan-jaga-kebersihan-teluk-balikpapan-5jDmsdAqdR.jfif Proyek Ibu Kota Nusantara. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Proyek Ibu Kota Negara mulai digarap Semester II-2022. Dana APBN digunakan untuk infrastruktur dasar di awal pembangunan.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H Sumadilaga menegaskan, pembanguan yang dilakukan bakal meminimalisir penebangan pohon.

"Kita juga mengatur bagaimana terutama tentang aspek lingkungan agar tetap terjaga, jadi kerjanya yang baik, meminimalisir pohon yang ditebang, tidak mengotori teluk Balikpapan, cara kerja yang lebih baik dan tertib," ujar Danis kepada MNC Portal, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga: Sayembara Rancang Kawasan dan Gedung Ibu Kota Nusantara Diumumkan, Hasilnya Mencengangkan

Menurutnya, keadaan hutan di kawasan pembanguann IKN Nusantara saat ini hanya sekitar 40%. Namun adanya pembangunan IKN Nusantara, nantinya bakal menjadi 70%. Hal itu di wujudkan dari adanya pembangunan persemaian, atau pembibitan tanaman.

"Jadi sama sekali salah kalau punya deforestasi, yang ada akan kita perbaiki menjadi lebih baik, tidak justru dirusak," kata Danis.

Baca Juga: PNS Pertama yang Pindah ke Ibu Kota Nusantara Mulai Diseleksi

Setiap pembangunan memang sedikit banyak tetap membutuhkan deforestasi, namun menurut Danis dengan adanya persemaian pembangunan di IKN Nusantara bakal mengutamakan reboisasi, atau penanaman hutan kembali.

"Sekarang akalu kita berbicaralah KIPP, sekarang itu hutan tanaman industri sudah hutan sekunder, pohon ekaliptus, bukan hutan primer lagi, justru itu nanti yang kita perbaiki nanti menjadi tanaman yang asli dari Kalimantan," kata Danis.

Setidaknya pada tahap awal Pemerintahan bakal membangun dana APBN untuk membangun beberapa Infrastruktur dasar, setelah dilakukan land development atau pemetakan tanah, maka akan dibangun jalan sebagai konektivitas, dan lainnya.

"Kawasan Istana Presiden, kantor Kemenko, akses jalan menuju KIPP,dan di dalam KIPP, drainase pengendali banjir, air minum, sanitasi dan lainnya," pungkas Danis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini