Share

Holywings Digugat Rp36,5 Triliun Imbas Kasus SARA

Feby Novalius, Okezone · Senin 04 Juli 2022 21:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 320 2623568 holywings-digugat-rp36-5-triliun-imbas-kasus-sara-pb0W5aYB3K.jfif Holywings Digugat Rp36,5 Triliun. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Holywings digugat Rp36,5 triliun karena kasus promosi SARA. Gugatan ini disampaikan dalam perkara yang diadukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Berdasarkan data pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara dengan nomor surat 375/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst, penggugat yang melaporkan Pangeran M Negara, Teofilus Mian Parluhutan, Andreas Saut Simanjuntak dan Mufty Arya Dwitama, menggugat PT Aneka Bintang Gading Holowings Indonesia.

Baca Juga: Wow, Holywings Digugat Rp35,5 Triliun, Uangnya Akan Dipakai Bangun Rumah Ibadah

Adapun isi surat Dalam Pokok Perkara:

1. Menerima dan mengabulkan Gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan penghinaan terhadap simbol agama Islam dan Nasrani untuk mendapatkan keuntungan materil.

Baca Juga: 5 Fakta 12 Gerai Holywings Ditutup, dari Profil Pemilik hingga Bocoran Gaji Karyawan

3. Menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan promosi minuman beralkohol gratis dengan mambawa nama Muhammad dan Maria.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti kerugian materiil kepada para Penggugat secara langsung, sekaligus, dan seketika dengan rincian sebagai berikut:

- Materiil sebesar Rp36.500.000.000.000 yang akan digunakan oleh Para Penggugat untuk memperbaiki dan membangun rumah ibadah, Imateriil sebagaimana kebijaksanaan Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo.

- Menghukum Tegugat dengan mencabut izin operasional.

- Menghukum Tegugat untuk memulihkan kesucian nama Muhammad dan Maria dengan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang beragama islam dan nasrani lewat seluruh TV nasional, media online dan media cetak nasional serta berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

- Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp100.000.000,00 (seratus juta Rupiah) setiap harinya apabila Tergugat lalai dalam memenuhi isi putusan ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini