Share

IKN Nusantara Mulai Dibangun Bulan Ini, UAE Siap Sumbang Dana Rp300 Triliun

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Kamis 07 Juli 2022 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 470 2625103 ikn-nusantara-mulai-dibangun-bulan-ini-uae-siap-sumbang-dana-rp300-triliun-z8MiCyyxNS.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

SURAKARTA - Pemerintah telah memulai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada semester II tahun ini di sekitar Juli 2022.

Adapun untuk tahap awal bakal dibangun infrastruktur dasar seperti konektivitas jalan, penyediaan air baku, drainase, dan lainnya.

Pada pembangunan infrastruktur dasar sumber pendanaan menggunakan APBN.

Bahkan 20% dana yang dibutuhkan untuk membangun IKN sekitar Rp500triliun - Rp600 triliun bersumber dari APBN, sedangkan sisanya mengandalkan skema pembiayaan lainnya, salah satu instrumennya adalah investasi.

 BACA JUGA:Menlu RI dan UEA Bahas Kerja Sama dari Kesehatan Hingga Pembangunan IKN Nusantara

Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan sudah banyak negara-negara yang tertarik untuk mendanai pembangunan Mega proyek tersebut.

Salah satunya salah negara Uni Arab Emirates (UAE) yang sebelumnya sempat disambangi oleh presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, negara tersebut memiliki komitmen untuk melakukan pendanaan di IKN Nusantara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kemarin presiden dari UAE juga telah menyampaikannya komitmennya, sekitar USD20 bilions, jadi tidak perlu ada keraguan, itu sudah ada," ujar Bahlil dalam media Briefing di Surakarta, Rabu (6/7/2022).

Jika dirupiahkan maka komitmen negara Arab untuk melakukan investasi di IKN Nusantara atau kurang lebih sekitar Rp300 triliun.

Sedangkan kebutuhan dana pembayaran IKN yang disebutkan bahlil adalah sekitar Rp600 triliun kurang lebih.

Dia menyebut proyek pembangunan IKN Nusantara saat ini cukup menarik banyak peluang investasi di dalam negeri.

Sehingga bukan hanya komitmen investasi UAE sebesar USD20 bilions, bahkan bisa lebih dari itu.

"Saya juga heran, kenapa kok orang peismis bangat terhadap IKN nuansa Nusantara, saya hampir setiap ada tamu yang terkait dengan Investasi, rata-rata mereka tertarik investasi di IKN," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini