Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Shinzo Abe Ditembak, Mantan PM Jepang Terlama si Pemilik Jargon Abenomics

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 08 Juli 2022 |11:42 WIB
Shinzo Abe Ditembak, Mantan PM Jepang Terlama si Pemilik Jargon Abenomics
Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak saat Berpidato. (Foto: Okezone.com/Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak saat berpidato. Lembaga penyiaran publik NHK melaporkan, Abe ditembak di bagian dadanya.

Saat menjabat Shinzo Abe berjanji menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang telah lama stagnan. Dirinya melonggarkan batasan konstitusi pasifis pasca-Perang Dunia Kedua dan mengembalikan nilai-nilai tradisional.

Baca Juga: Ditembak saat Berpidato, Begini Kondisi Terakhir Shinzo Abe

Salah satu cara Shinzo Abe untuk membangkitkan ekonomi Jepang yang sangat dikenal adalah kebijakan Abenomics.

Strategi Abenomics dibuat untuk mengalahkan deflasi yang terus-menerus dan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi Jepang dengan kebijakan moneter yang sangat mudah dan pengeluaran fiskal, bersama dengan reformasi struktural untuk mengatasi populasi yang cepat menua dan menyusut.

Sementara itu, Shinzo Abe juga berperan penting dalam memenangkan Olimpiade 2020 untuk Tokyo. Dirinya memiliki keinginan untuk memimpin Olimpiade dan bahkan muncul sebagai karakter video game Nintendo Mario selama penyerahan Olimpiade.

Baca Juga: Shinzo Abe Ditembak dengan Shotgun dari Jarak Dekat

Namun pada musim panas 2020, dukungan publik telah terkikis oleh penanganannya terhadap wabah Covid-19 serta serangkaian skandal termasuk penangkapan mantan menteri kehakimannya

Dirinya pun mengundurkan diri tanpa memimpin Olimpiade, yang ditunda hingga 2021 karena Covid-19. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (8/7/2022).

Abe menjadi perdana menteri terlama di Jepang. Dia pertama kali menjabat pada 2006 sebagai perdana menteri termuda Jepang sejak Perang Dunia Kedua.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement