Share

Embung Sumingkir Diresmikan, 50 Hektare Sawah Siap Diairi

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 08 Juli 2022 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 470 2625769 embung-sumingkir-diresmikan-50-hektare-sawah-siap-diairi-7wIJT12frQ.jpg Embung Sumingkir. (Foto: PUPR)

SOLO - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan embung di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kehadiran embung tersebut menjadi sumber irigasi persawahan di wilayah tersebut.

Kepala BBWS Serayu Opak, Kementerian PUPR Dwi Purwantoro mengatakan Pembangunan Embung Sumingkir dilakukan sejak April 2021 dan rampung seluruhnya pada Desember 2021.

Pembangunan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dengan biaya Rp14 miliar.

 BACA JUGA:Embung Muntialo Jadi Destinasi Wisata Edukasi Karhutla, Bisa Ngapain Aja?

Embung Sumingkir memiliki volume tampung 32.425 m3 dengan luas genangan 1,16 hektare.

Sehingga Embung Sumingkir diperkirakan mampu mengairi 50 Ha sawah di Desa Sumingkir, Kecamatan Jeruklegi dan Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan.

"Adanya Embung Sumingkir meningkatkan Intensitas Tanam dari 105 % menjadi 215%, yang semula satu kali panen setiap tahunnya menjadi tiga kali panen dalam satu tahun," ujar Dwi Purwantoro pada keterangan tertulisnya, Kamis (7/7/2022).

Selain dimanfaatkan untuk peningkatan irigasi untuk perawahan, kehadiran embung tersebut juga mampu untuk mereduksi banjir, konservasi air hingga mampu untuk mendukung pariwisata lokal.

Selesainya pembanguann Embung tersebut ditandai dengan peresmian yang langsung diresmikan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani saat melakukan kunjungan bersama Dirjen Cipta Karya PUPR Diana Kusumastuti.

Menurut Puan, Embung Sumingkir penting bagi masyarakat karena dengan adanya embung ini dapat membantu pertanian," sambung Puan Maharani.

Sebab menurut Puan sebagian besar masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut menjadi memiliki matapencaharian sebagai petani.

Maka dengan selesai dibangunnya Embung tersebut mampu meningkatkan produktivitas petani, sehingga mereka bisa memililk kuantitas barang dagangannya lebih banyak untuk dijual.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini