Bahkan, kini Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa dikabarkan mundur dari jabatannya hari ini, Senin (11/7/2022).
Hal ini terjadi setelah gelombang unjuk rasa pecah di negara tersebut.
Juru Bicara Kantor Perdana Menteri mengatakan kalau masyarakat sampai saat ini masih menduduki istana kepresidenan dan kediaman resmi perdana menteri.
Di mana mereka sebelumnya menolak pergi sampai pimpinan Sri Lanka mundur.
Mereka menilai kalau Rajapaksa gagal mengelola perekonomian Sri Lanka.
Sehingga masyarakat selama beberapa bulan terakhir sulit memenuhi kebutuhan pangan serta tak mampu membeli bahan bakar dan obat-obatan.
"Perjuangan kami belum berakhir," kata pemimpin gerakan protes dari kelompok mahasiswa, Lahiru Weerasekara, seperti dikutip AFP.
"Kami tidak akan menyerah perjuangan ini sampai Presiden Rajapaksa benar-benar pergi," tambahnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)