Share

Pinjol Ilegal dan Robot Trading PR Besar OJK

Ikhsan Permana, MNC Portal · Senin 11 Juli 2022 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 320 2627724 pinjol-ilegal-dan-robot-trading-pr-besar-ojk-4BeJ8jK0vp.jpg Pinjol Ilegal Masih Jadi PR Besar OJK. (Foto: Okezone.com/Unsplash)

JAKARTA - Masih mudahnya akses pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong berkedok binary option atau opsi biner, serta penggunaan robot trading, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terbesar bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini diharapkan bisa ditangani secara serius.

Menurut Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, pinjol ilegal maupun investasi bodong berkedok binary option serta penggunaan robot trading masih sangat mudah ditemukan di dunia digital.

Baca Juga: Awas! Praktik Pinjol Ilegal Belum Musnah

"Kasus seperti binary option, robot trading, hingga pinjol ilegal masih tetap ada, dan bisa diakses secara mudah," kata Nailul dalam Forum Diskusi Salemaba, Senin (11/7/2022).

Nailul mengungkapkan masih banyak masyarakat yang menjadi korban dan kerugian yang ditimbulkan sangatlah besar.

Oleh karena itu, sebagai tindakan preventif, Nailul Huda berharap, OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi lebih aktif melakukan pemblokiran terhadap pinjol ilegal, website investasi bodong berkedok binary option, hingga robot trading.

Baca Juga: Banyak Masyarakat Masih Nekat Pakai Pinjol, Apa Alasan Terbesarnya?

"Ini sebagai bentuk tindakan preventif ya. Kita butuh tindakan pencegahan lebih awal," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi, Tongam L Tobing menyampaikan, pemberantasan dengan pemblokiran dan pengumuman ke masyarakat, edukasi ke masyarakat merupakan satu hal yang paling utama dilakukan untuk membentengi masyarakat agar tidak terjebak dengan pinjaman online ilegal.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Menurutnya untuk masyarakat yang ingin melihat daftar pinjol yang sudah legal dapat di akses di laman ojk.go.id

"Ciri utama dari pinjaman online yang legal adalah dia memiliki izin atau terdaftar di OJK. Jadi ada 102, masyarakat yang ingin meminjam hendaknya melihat dari 102 ini saja," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Iluni UI Andre Rahardian mengatakan kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan OJK, serta pelonggaran bunga pinjaman memberikan benefit lebih luas kepada masyarakat. Bahkan hampir semua bank BUMN membukukan prestasi dari sisi aset, keuntungan dan indikator kinerja lain.

Di sisi lain, OJK dinilai mampu menciptakan kepercayaan pasar, sehinga sektor keuangan berjalan stabil dan ikut mendorong pemulihan ekonomi. Hingga pada akhirnya, di awal tahun 2021 sudah terlihat pemulihan ekonomi nasional dan terus berlanjut hingga saat ini, bahkan lebih cepat dari negara-negara lain.

“OJK menjaga fundamental sektor riil. Di pasar saham, di awal pandemi, OJK segera melarang short selling, auto rejection simeteris dipangkas. Bayangkan kalau itu tidak diubah, range lebar pasti pasarnya akan kacau sekali. Pre-opening ditiadakan, kemudahan buy back. Pasar modal stabil, kontribusi investor domestik meningkat,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ekonom Samudera Indonesia As’ad Mahdi menilai fungsi pengawasan yang dilakukan OJK berhasil meningkatkan kepatuhan dan mengurangi risiko perbankan, seperti risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, strategis, kepatuhan, imbal hasil, investasi, transaksi intra-grup dan risiko asuransi.

“OJK memberikan kepercayaan kepada sektor keuangan nasional. Menjaga industri, tetapi juga melindungi konsumen. Kita harus akui dalam hal edukasi dan perlindungan konsumen, OJK telah melakukan banyak hal,” paparnya.

OJK juga terus aktif mendorong pelaku usaha jasa keuangan untuk terus meningkatkan perlindungan konsumen melalui penguatan pengawasan market conduct (perilaku pasar) sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Ekonom Indef Nailul Huda menambahkan OJK juga mampu mendorong kinerja industri keuangan non-bank (IKNB), di tengah upaya mengatasi kasus-kasus besar dalam lembaga dana pensiun dan asuransi unit link.

Dari perbankan kebijakan OJK dengan menaikkan modal inti bank, paparnya lagi, mendorong perbankan melakukan rekonsiliasi. Hasilnya, semakin sedikit jumlah bank, semakin efektif meningkatkan efisiensi dan kinerja keuangan. Contohnya penggabungan unit bank Syariah di sejumlah bank BUMN.

“Jika ditarik mundur, tahun awal DK OJK periode 2017-2022, cukup berhasil meningkatkan pertumbuhan kredit perbankan. Dari sekitar 8,24% tahun 2017, sempat melambat selama pandemi dan diperkirakan naik lagi ke atas 9% tahun ini,” terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini