Share

Iuran BPJS Kelas 1,2 dan 3 Diganti KRIS, Layanan Kesehatannya Bagaimana?

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 320 2628847 iuran-bpjs-kelas-1-2-dan-3-diganti-kris-layanan-kesehatannya-bagaimana-oxFrZqJvKc.jpeg Iuran BPJS Kesehatan Bakal Dihapus. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - BPJS Kesehatan melakukan uji coba penghapusan iuran kelas 1,2 dan 3 dengan menerapkan Program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Menanggapi rencana tersebut, Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Masdalina Pane mengatakan, Program KRIS untuk peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan dapat mendorong pemerataan layanan kesehatan.

"Program KRIS ini sangat baik untuk mendorong pemerataan layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional BPJS Kesehatan," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (13/7/2022).

Masdalina yang juga merupakan kepala bidang pengembangan profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) itu berharap program KRIS dapat segera diimplementasikan.

Baca Juga: Mau Nonaktifkan Kepesertaan BPJS Kesehatan? Simak Cara Berikut Ini

"Terlebih lagi pada saat ini Kementerian Kesehatan telah menyusun peta jalan infrastruktur program KRIS ini," katanya.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa konsep KRIS perlu dipersiapkan secara matang dan komprehensif dengan mempertimbangkan kesiapan layanan di rumah sakit.

"Pada saat ini program KRIS telah memasuki uji coba di lima rumah sakit, menurut saya masih cukup lama untuk bisa merumuskan penetapan kriteria program ini, namun diharapkan akan dapat segera ditetapkan dan diimplementasikan," katanya.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1,2 dan 3 Dihapus, Bagaimana Peserta yang Baru Daftar?

Pane menambahkan bahwa penetapan kriteria program KRIS perlu melibatkan seluruh pihak yang nantinya akan mengimplementasikan KRIS.

"Menurut saya perlu melibatkan semua pihak termasuk juga rumah sakit swasta," katanya.

Dia juga menambahkan dengan persiapan yang matang dan komprehensif diharapkan nantinya program KRIS akan berjalan baik sesuai dengan upaya standardisasi mutu dan layanan kesehatan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mengatakan, konsep KRIS saat ini memasuki uji coba di lima rumah sakit, di antaranya RSUP Kariadi Semarang, RSUP Surakarta, RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon, dan RSUP Dr. Rivai Abdullah Palembang.

Menurut Ghufron, uji coba yang dimulai Juli 2022 ditargetkan rampung tahun ini.

"Diupayakan tahun ini (selesai uji coba)," katanya.

Ghufron mengatakan, definisi dan kriteria terkait KRIS merupakan salah satu pertimbangan penting yang perlu dirumuskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini