Share

Erick Thohir: Nelayan Indonesia Tak Boleh Kelaparan

Risky Fauzan, iNews · Selasa 19 Juli 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 320 2632492 erick-thohir-nelayan-indonesia-tak-boleh-kelaparan-SHwRiXFPvT.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengerahkan sejumlah perusahaan pelat merah untuk membangun ekosistem perikanan. Ini merupakan langkah kolaborasi antar kementerian terkait.

Di antaranya, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Ksatuan nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Di sisi BUMN, Erick mengerahkan Himpunan Bank Negara (Himbara), Perindo, Perius, dan PNM yang akan terlibat dalam ekosistem tersebut.

"Tantangan di sektor perikanan sangat kompleks, kita harus ikut perubahan, kalau kita berdiam diri, kita tidak akan ke mana-mana," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam Munas IV KNTI bertajuk "Aksi Kolaborasi Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional menuju Indonesia yang Mandiri, Adil, Makmur, dan Lestari" di Gedung Smesco Tower, Selasa (19/7/2022).

Erick menuturkan, nelayan memegang peran penting bagi masa depan ekonomi serta kedaulatan pangan bangsa. Ia menyebut 54 persen asupan protein nasional merupakan kontribusi nelayan melalui produk ikan dan makanan laut lainnya.

Dengan luas dan beragamnya kondisi perairan Indonesia, ucap Erick, Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Ia menilai potensi perikanan darat Indonesia sebesar tiga juta ton per tahun, sedangkan potensi perikanan laut mencapai 12,54 juta ton per tahun.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Maka, nelayan Indonesia tidak boleh jadi ayam yang kelaparan di lumbung padi. Dengan potensi sebesar itu bagaimana kita bisa memenuhi kesejahteraan nelayan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan nasional," tuturnya.

Dalam kunjungannya ke sejumlah daerah, Erick mengakui kerap berdiskusi dengan para nelayan. Menurut ia, para nelayan sering dihadapkan pada sejumlah hal yang memengaruhi produktivitas, baik sisi permodalan, pendampingan, hingga akses pasar.

"Yang saya pahami dari dialog dengan rekan-rekan dari kampung nelayan, sejatinya nelayan Indonesia bukan semata-mata ingin 'disuapi', melainkan membutuhkan satu ekosistem sehat dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia ingin ekosistem perikanan meniru jejak kesuksesan ekosistem pertanian dalam program Makmur. Erick menyampaikan program Makmur yang terintegrasi dari hulu ke hilir telah menjangkau 200 ribu hektare pada empat komoditas utama yakni sawit, tebu, jagung, dan padi.

"Dengan fokus pada produk yang laku di pasar itu pendapatan petani naik 46 persen," ungkap dia.

Oleh karena itu, ucap Erick, BUMN bertekad mewujudkan kesejahteraan nelayan dan memetakan kebutuhan para pahlawan maritim bangsa, melalui tiga inisiatif. Pertama, pendanaan nelayan dengan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan PNM di sektor perikanan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini