Share

Ini Urgensi Pernjanjian Dagang UEA-RI

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Rabu 20 Juli 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 320 2632904 ini-urgensi-pernjanjian-dagang-uea-ri-STCBX7gXjK.jpg Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA (Foto: Setkab)

JAKARTA - Penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) baru-baru ini antara Indonesia dan Uni Emirat Arab menandai tonggak penting dalam hubungan yang sudah terjalin selama 46 tahun.

Upaya ini berhasil meletakkan dasar untuk kemitraan sungguh-sungguh yang akan menciptakan peluang baru, mendorong investasi sekaligus membantu mempercepat pemulihan ekonomi global.

CEPA, yang ditandatangani di hadapan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo di Abu Dhabi pada 1 Juli 2022 lalu akan membantu mendongkrak perdagangan bilateral menjadi 10 miliar dolar AS dalam lima tahun, meningkatkan ekonomi Islam bernilai triliunan dolar sekaligus mempercepat transisi energi kita menuju teknologi bersih dan terbarukan.

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan mengatakan bahwa bagi UEA, pentingnya kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi negara Islam yang paling berwawasan ke depan dan dinamis ini tidak bisa dipandang remeh. C

EPA akan mendorong peningkatan pembangunan dan munculnya peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi halal yang diperkirakan bernilai 3,2 triliun dolar AS pada tahun 2024.

Langkah ini juga akan mempercepat terwujudnya proyek investasi di sektor prioritas seperti pertanian, energi dan infrastruktur-khususnya logistik-sambil mendorong masa depan kerjasama di bidang pariwisata, wirausaha, transformasi digital dan kesehatan.

Penandatanganan CEPA merupakan langkah terbaru dalam agenda perdagangan dan investasi UEA yang berani, yang didasarkan pada upaya mewujudkan kesepakatan yang konstruktif dan berwawasan ke depan dengan mitra strategis di seluruh dunia.

"Setelah menyelesaikan perjanjian dengan India dan Israel awal tahun ini, kami yakin pendekatan ini akan semakin memperkuat status kami sebagai pusat perdagangan dan logistik global, membuka pasar baru bagi eksportir kami, mengamankan rantai pasokan, meningkatkan arus investasi, selain juga memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di kawasan," ujarnya, Rabu (20/7/2022).

Indonesia adalah mitra alami bagi UEA di berbagai bidang. Pihaknya berbagi ekonomi yang terus berkembang pesat, selain juga relasi bisnis, budaya, dan diplomatik yang mendalam. Perdagangan antarnegara juga terus berkembang pesat dengan perdagangan bilateral nonmigas mencapai 3 miliar dolar AS pada 2021, naik 62 persen pada 2020 dan 17 persen pada 2019.

"Kami telah berkolaborasi erat dalam berbagai proyek strategis, bahkan termasuk yang terbesar di dunia. Misalnya, pembangkit listrik tenaga surya terapung (PLTS) Cirata. UEA juga menjanjikan 10 miliar dolar AS kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang baru. Di sisi lain, pemerintah Indonesia menjadi penerbit sukuk atau obligasi syariah terbesar di Nasdaq Dubai pada Mei 2019," tuturnya.

Selain itu, CEPA UEA-Indonesia akan membuka potensi Koridor Selatan-Selatan di Afrika, Timur Tengah, dan Asia, mempercepat pergeseran menuju ekonomi berkembang di seluruh kawasan ini.

Bagi perusahaan Indonesia, tersedia lingkungan bisnis yang menjanjikan di UEA, lokasinya yang strategis, kemampuan logistik, sekaligus akses ke pasar di Afrika dan Eropa yang menawarkan prospek tak terbatas untuk berkembang secara regional dan global.

"Dalam banyak hal, CEPA UEA-Indonesia mencerminkan banyak kepentingan, nilai, dan cita-cita bersama kedua negara, yang berasal dari sejarah kita sebagai negara mayoritas muslim dengan populasi muda, multi-etnis, multi-agama dan sejarah perdagangan yang kuat.

Kepentingan dan nilai bersama kita berarti bahwa kedua negara memiliki pendekatan yang sama terhadap isu-isu kritis dalam agenda ekonomi global," katanya.

Sebagai negara tamu dalam Presidensi G-20 Indonesia, UEA berharap dapat mendukung upaya Indonesia dan secara kolaboratif mencari solusi untuk sejumlah tantangan global yang paling mendesak bersama anggota komunitas internasional.

Banyak bidang yang penting bagi Indonesia dan masyarakat global, sekaligus juga sangat penting bagi kita. Misalnya, terkait dengan perubahan iklim, di mana hal ini juga sejalan dengan tujuan Presidensi Indonesia dalam G-20, UEA berencana untuk menjembatani kesenjangan antara negara berkembang dan negara maju, menyoroti negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim, memastikan terjaminnya komitmen keuangan, dan memobilisasi solusi keuangan dan teknologi dengan tujuan menciptakan paradigma ekonomi rendah karbon yang baru.

"UEA berterima kasih kepada Republik Indonesia atas undangannya untuk berpartisipasi dalam KTT G-20 2022, sebagai tindak lanjut dari partisipasi kami sebagai tamu undangan Arab Saudi di G-20, dua tahun lalu. Kami berbagi sejumlah prioritas G20 dalam presidensi Indonesia, seperti, kesehatan global, transformasi digital, ketahanan pangan, dan transisi energi berkelanjutan, yang merupakan isu-isu yang saat ini menjadi perhatian global," katanya.

UEA berkomitmen untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mendorong perdagangan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang adil di seluruh dunia baik melalui kerangka G-20, maupun dalam jangka panjang.

"Ini adalah bagian penting dari strategi ekonomi negara kita setelah perayaan ulang tahun UEA yang ke-50 baru-baru ini, sekaligus juga mewakili cara kami memandang diri kami sendiri di panggung global," ujarnya.

Indonesia adalah salah satu mitra strategis terdekatnya. UEA telah bekerja bersama dalam semangat kerja sama dan persatuan selama beberapa dekade untuk terus mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi dan membuka peluang bagi rakyatnya. Penandatanganan CEPA mencerminkan keinginan kita bersama untuk meningkatkan dan memperluas cakrawala kerja sama ini.

"Kami sangat menyambut babak baru, yang bahkan lebih makmur, dalam kemitraan kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini