Share

SKK Migas: Ada 3 Wilayah Jadi Sumber 'Harta Karun' RI

Risky Fauzan, iNews · Rabu 20 Juli 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 320 2632983 skk-migas-ada-3-wilayah-jadi-sumber-harta-karun-ri-s2r3tyMzTs.jpg Migas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatatkan bahwa sejauh ini potensi sumber daya migas non konvensional (MNK) ada di tiga wilayah di Republik Indonesia.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Mohammad Kemal mengatakan bahwa paling besar saat ini untuk migas non konvensional ada di Sumatera Tengah, kemudian ada juga di Sumatera Utara dan Kalimantan Timur tetapi masih kecil-kecil.

โ€œKalau MNK fokusnya masih di WK Rokan. Kalau MNK ini kita menargetkan kitchen-nya itu. Rokan ini kan produksi paling gede jadi kita percaya kitchen pasti besar juga dong dan itu belum diproduksikan, maka kita percaya itu besar,โ€ jelasnya dalam acara sharing session dan edukasi media industri hulu migas, Rabu (20/7/2022).

Seperti diketahui, di tahun ini PT Pertamina Hulu Rokan mulai menggarap potensi MNK dan rencananya akan ada dua sumur MNK yang dibor. Terkait dengan pengembangannya, sejatinya Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen terbesar MNK di Midland, Amerika.

Kemal menuturkan bahwa saat ini Amerika memiliki minat yang besar untuk mengembangkan MNK di Tanah Air. โ€œIni semua masih diriset termasuk regulasi dan sistem fiskalnya membutuhkan hal berbeda,โ€ tuturnya.

Dia mengatakan, salah satu hal yang mendasar, MNK ini sudah lebih dari potreleum industry atau lebih kepada industrial engineering. Menurutnya, pengaturan logistik menjadi hal penting sehingga ada pengaturan khusus.

"Kalau di Amerika sistemnya tax & loyalty sehingga tidak melewati birokrasi yang rumit serta fleksibel di mana mereka dapat mengajukan proses ini dalam waktu yang singkat. Kalau proses lama habis mereka karena tidak bisa ada offtime, nanti biayanya akan mahal,โ€ ujarnya.

Potensi MNK di Indonesia ada tetapi dalam pengembangannya membutuhkan pengetahuan serta pengembangannya harus bisa sangat efisien. Oleh karena itu perlu regulasi dan dukungan fiskal tertentu.

Adapun prospective resource MNK di Indonesia saat ini sebesar 6,3 miliar barrel dan untuk gas 6,1 TCF.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini