"Di sini yang paling besar itu adalah investasi padat modal, mereka membeli mesin-mesin sementara mesin masuk lapangan pekerjaan kan tidak banyak," sambungnya.
Korelasi antara realisasi investasi dan Penyerapan tenaga memang tidak selalu berjalan beriringan.
Realisasi investasi yang tinggi belum tentu menciptakan banyak lapangan kerja.
Sebab saat ini kedepan sudah bakal banyak teknologi yang siap untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Disatu sisi memang lebih efisien dalam hal produktivitas.
"Jadi kedepan kecepatan untuk produksi dan bagaimana kedepan kita juga menciptakan lapangan pekerjaan, ini yang dua duanya sedang kita sedang kejar," ucapnya.
Dia menambahkan kalau masuknya investasi tersebut juga bakal tetap membutuhkan lapangan pekerjaan, karena bagaimanapun tetap membutuhkan rantai pasok.
"Tapi Begitu dia jalan itu akan menciptakan lapangan pekerjaan lagi, karena membutuhkan rantai pasok, dan menimbulkan multiplier effect, pertumbuhan investasi kuartal II tidak berbanding lurus dengan harapan penciptaan lapangan pekerjaan," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.