Share

Bandara Halim Perdanakusuma Dikelola Swasta, Bakal Lebih Baik?

Heri Purnomo, iNews · Minggu 24 Juli 2022 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 24 320 2635359 bandara-halim-perdanakusuma-dikelola-swasta-bakal-lebih-baik-FD1vSmeDOu.JPG Bandara Hali,. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat penerbangan Gatot Raharjo mengatakan alih kelola Bandara Halim Perdanakusuma ke pihak swasta akan berdampak terhadap pengelolaan yang lebih baik.

Menurutnya, hal itu dikarenakan pihak swasta lebih mengedepankan prinsip bisnis yang baik serta mengutamakan kepentingan layanan kepada penumpang.

"Kalau dikelola swasta biasanya dapat menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang baik dan tidak ada konflik of interest yang terjadi," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (24/7/2022).

 BACA JUGA:5 Proyek Bandara Termahal di Indonesia di Era Presiden Jokowi

Namun disisi lain, Gatot mengatakan perubahan akan terjadi terhadap pelayanan penumpang saja, sedangkan pelayanan terhadap keselamatan dan keamanan penumpang tidak akan banyak berubah.

"Kalau keselamatan dan keamanan penumpang tidak akan banyak berubah karena sudah ada aturannya. Pengelolaan bandara dalam hal keamanan dan keselamatan penerbangan itu sebenarnya sudah ada aturan bakunya dari regulator (pemerintah) yang mengadopsi aturan-aturan dari Internasional," katanya.

Sebagai informasi, Kedepannya pengelolaan Bandara Halim akan dikelola oleh PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS). Sedangkan pihak AP II tidak lagi menajdi pengelola di Bandara Halim Perdanakusuma.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

"Berdasarkan rapat pada tanggal 20 Juli 2022 antara TNI AU, Angkasa Pura (AP) II, dan Angkasa Transportindo Selaras, sepakat melaksanakan serah terima pengelolaan lahan 21 hektare di bandara Halim Perdanakusuma," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan tertulis.

Indan menjelaskan bahwa serah terima tersebut merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, yaitu Putusan Peninjauan Kembali MA Nomor 527 / PK/Pdt/2015.

Lebih lanjut, berdasarkan putusan tersebut, TNI AU memiliki kewajiban menyerahkan penguasaan lahan seluas 21 Ha atau apa saja yang berdiri di atasnya kepada PT ATS.

"Sedangkan AP II memiliki kewajiban untuk menyerahkan pengelolaan lahan 21 Ha atau apa saja yang berdiri di atasnya untuk dimanfaatkan ATS," pungkasnya.

Selanjutnya, AP II sebagai pihak yang selama ini melaksanakan pengelolaan operasional bandara Halim Perdanakusuma, akan keluar dari kawasan bandara Halim Perdanakusuma.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini