Share

Mendag Ingin Hapus Kebijakan DMO-DPO, Apa Dampaknya Nanti?

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 25 Juli 2022 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 25 320 2635832 mendag-ingin-hapus-kebijakan-dmo-dpo-apa-dampanya-nanti-gnJtLH3MWZ.jpg CPO. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) mendukung penuh rencana Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang ingin menghapus kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) crude palm oil/ CPO dan turunannya.

"Saya sepakat DMO dihapus dan ini sudah direncanakan oleh pak Mendag. Karena DMO itu sangat tergantung pada lokal. Jadi kalau dia distribusi lokal 1 dia bisa ekspor 7, nah mencari 1 ini bukan hal mudah," ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga dalam diskusi virtual, Senin (25/7/2022).

Selanjutnya Sahat mengatakan, tidak semua produsen CPO adalah eksportir.

 BACA JUGA:Pungutan Ekspor CPO Dihapus Sementara, Sudah Berdampak ke Harga TBS?

Melainkan banyak produsen yang hanya memenuhi kebutuhan domestik.

"Karena itu kami setuju, hilangkan DMO. Ini menyangkut ratusan pemain dan ribet," imbuhnya.

Di sisi lain, Sahat juga menyarankan agar pemerintah sebaiknya tidak mengandalkan pelaku usaha swasta untuk ikut mendistribusikan minyak goreng.

Sebab menurutnya, pihak swasta cenderung lebih mengutamakan cuan alias keuntungan.

Maka dari itu, ia menyarankan pendistribusian minyak goreng cukup dimandatkan kepada Perum Bulog dan ID Food.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sehingga dengan begitu, tidak ada lagi penyelewengan.

"Contohnya kaya Pertamina, dari hulu hingga hilir dikontrol. Maka di SPBU harganya bisa pasti. Jadi jangan di kasih ke swasta. Swasta kalau gak ada cuannya ya dia diem. Nah, untuk make sure bahwa Minyakita sampai ke lapangan, kasihkan tanggung jawab itu ke kepada Bulog dan ID Food," jelasnya.

Diketahui bersama, sebelumnya Mendag sedang mempertimbangkan untuk menghapus kebijakan DMO dan DPO kepada produsen minyak kelapa sawit mentah atau CPO.

Rencana itu didasarkan karena pasokan CPO domestik telah tumpah ruah dan sekaligus agar mempercepat realisasi ekspor.

"Saya lagi pertimbangkan, saya akan bertemu dulu dengan teman-teman, kalau teman-teman nanti pengusaha itu sudah komit untuk memenuhi DMO dan DPO ke dalam negeri, mungkin saya pertimbangkan DMO dan DPO itu nggak perlu lagi. Agar ekspornya bisa cepat," ucap Mendag saat kunjungan di Pasar Cibinong, Bogor, Jumat (22/7/2022).

Kendati demikian, Mendag menegaskan akan betul-betul memastikan dulu kepada pihak pengusaha dan menerima jaminan bahwa mereka konsisten memenuhi kebutuhan dalam negeri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini